Kakek Tunanetra 50 Tahun Jualan Bensin

Ingat Susahnya Kehidupan di Zaman Pemberontakan, Kakek Mistam Semakin Tua Makin Bersyukur

Mistam bersyukur bahwa kehidupannya dan keluarga masih dalam lindungan Allah SWT. Hidupnya tidak telantar, masih bisa bekerja untuk keluarga.

Ingat Susahnya Kehidupan di Zaman Pemberontakan, Kakek Mistam Semakin Tua Makin Bersyukur
banjarmasinpost.co.id/salmah
Kakek Mistam saat melayani pembeli di dalam kios bensinya di Jalan A Yani Km 3 Kebun Bunga Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mistam Johansyah menyadari usianya sudah hampir 70 tahun. Di usia senja ini ia memilih banyak bersyukur dan tidak memikirkan keindahan dunia.

"Apalagi jika dibandingkan dulu. Hidup sekarang sudah tinggal menjalani. Bandingkan kehidupan dulu, saat siang memikirkan bagaimana malam dan saat malam memikirkan bagaimana nanti siang, maklum saat itu zaman pemberontakan, semua takut beraktifitas," jelasnya.

Mistam juga terus bersyukur bahwa kehidupannya dan keluarga masih dalam lindungan Allah SWT. Hidupnya tidak telantar, masih bisa bekerja untuk keluarga.

Ia juga sadari, tujuan Allah menguji hamba-Nya dengan sesuatu yang tidak disenanginya adalah untuk menghindarkan hamba-Nya dari sesuatu yang berbahaya atau untuk mengapus dosa-dosanya dengan ujian tersebut atau untuk mengangkat derajatnya di dunia dan akhirat.

Baca: Mengharukan, Kakek Tunanetra ini Selama 50 Tahun Jual Bensin Eceran, Berharap Kejujuran Pembeli

Jika semua itu dihadapi dengan penuh ridha dan pasrah, maka Allah akan memberikan pahala yang besar.

Dalam ujian kebutaan ada hiburan yang sangat menghibur yaitu pertama adalah janji surga dari Allah bagi mereka yang bersabar.

Kedua, lebih aman dari fitnah dan bahaya pandangan yang tidak halal, apalagi di zaman ini.

Baca: Sedih, Kakek Tunanetra Ini Kadang Ditipu Pembeli, Bahkan Jerikannya Ada yang Dibawa Pergi

Ketiga adalah banyak mereka yang buta mata tetapi hati mereka tidak buta. Contohnya banyak yang buta diberikan kemampuan menghapal yang hebat dan memahami sesuatu dengan sekali dengar saja

Jika penglihatan seseorang itu hilang, maka Allah akan memberikan ia keistimewaan lainnya yang membuat ia merasa ringan dengan penglihatannya yang hilang.

Jika Allah SWT mengambil cahaya dari kedua mata, masih ada cahaya hati dan batin. Bahkan di dalam ruh pun ada cahaya yang terus bersinar sampai hari kiamat.

Jadi, bila kamu diuji dengan kebutaan maka tiada lain kecuali harus bersabar.(dea)

Penulis: Salmah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved