Membaca Ramalan China

Kepercayaan Terhadap Ramalan Imlek Berkurang, Klenteng Masih Jadi Tempat Buang Ketidakberuntungan

Saat ini kepercayaan masyarakat tionghoa terhadap ramalan sudah berkurang. Bahkan telah banyak yang memilih pindah keyakinan.

Kepercayaan Terhadap Ramalan Imlek Berkurang, Klenteng Masih Jadi Tempat Buang Ketidakberuntungan
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Peringatan Imlek di Klenteng Po An Kiong Banjarmasin

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Meski setiap tahun selalu ada ramalan tentang tahun Imlek, atau shio dan unsur serta elemen yang mempengaruhinya. Namun kepercayaan terhadap ramalan kini dianggap telah berkurang.

Kondisi tersebut disadari oleh Ketua Pengurus Klenteng Po An Kiong, Suhu Ge Leo Sugianto.

Ia menyampaikan saat ini kepercayaan masyarakat tionghoa terhadap ramalan sudah berkurang. Bahkan telah banyak yang memilih pindah keyakinan.

Namun yang ia sayangkan ialah, ketika ada hal kurang baik menghampiri seseorang umat yang telah memilih pindah kepercayaan itu dan tidak mempercayai ramalan tersebut.

Baca: Imlek 2569 Jatuh di Tahun Anjing Tanah, Unsur Logam Akan Nyaman, Unsur Api Akan Padam

Mereka malah menitip atau membuang ketidak beruntungan itu pada Klenteng. Kembali berdoa pada dewa yang ada di Klenteng dan meminta Suhu Sugianto untuk membuangkan ketidakberuntungannya.

"Kadang ketika saya melihat mereka yang banyak masalah maka akan dibantu sesuai kemampuan," terangnya, Jumat (16/2/2018).

Namun pada beberapa kalangan, kepercayaan terhadap ramalan belakangan ini disampaikan oleh Suhu Sugianto sudah mulai kembali menarik bagi mereka.

Baca: Imlek di Tahun Anjing Tanah, Kurang Baik Bagi Kota Banjarmasin, Warga Diminta Lebih Banyak Berdoa

Sebagian umat Thionghoa mempelajari hidup mereka yang telah berjalan. Kemudian mulai memperhatikan unsur. "Dari situ kepercayaan terhadap ramalan mulai membaik," ucapnya.

Ia juga menyampaikan bentuk ramalan itu mutlak, dan baku karena telah ada rumus. Sehingga apabila musibah dalam ramalan itu merupakan urusan Tuhan. Tinggal bagaimana besar kecilnya. Solusi terbaik ialah diperlukan sembahyang dan berdoa. Maka disampaikannya leluhur juga akan ikut membantu. (*)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved