Berita Banjarmasin

Semerbak Wangi Dupa dan Pendar Cahaya Lilin Menyambut Turunnya Para Dewa di Malam Itu

Ketua Pengurus Klenteng Po An Kiong, Suhu Ge Leo Sugianto tampak sibuk mengarahkan beberapa umat Thionghoa yang melakukan

Semerbak Wangi Dupa dan Pendar Cahaya Lilin Menyambut Turunnya Para Dewa di Malam Itu
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketua Pengurus Klenteng Po An Kiong, Suhu Ge Leo Sugianto tampak sibuk mengarahkan beberapa umat Thionghoa yang melakukan sembahyang untuk berdoa.

Khususnya pada malam perayaan Tahun Baru Imlek 2569, ada altar dewa yang apinya menyala setinggi kurang lebih 30 sentimeter.

Menurut kepercayaan masyarakat Thionghoa yang diterangkan oleh Suhu sugianto, nyala api pada guci di atas altar merupakan pertanda kedatangan dewa pada acara sembahyang tersebut.

Sehingga moment itu menjadi saat istimewa untuk berdoa.

"Jarang sekali hingga apinya setinggi itu. Kalau kepercayaan kami, apabila apinya menyala, itu artinya dewa telah datang," ucapnya saat ditemui BPost pada malam perayaan Imlek di Klenteng Po An Kiong di Jalan Niaga Banjarmasin, Jumat (16/2) dinihari.

Aktivitas di Klenteng memang berbeda dibanding hari biasanya.

Bahkan malam itu tepat pukul 00.00 dinihari lonceng dan bedug dibunyikan sembari mengiringi puluhan umat berdoa.

Dimana pada detik-detik itu dianggap merupakan sambutan kepada dewa dan menghaturkan doa.

Terlihat khusuk dan serius, begitulah nuansa malam tahun baru Cina kala itu.

Dimana para umat yang berhadir mengisi barisan sembahyang dan kemudian bedoa yang dipimpin oleh Suhu Sugianto.

Halaman
123
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved