Berita Jakarta

Berkaca Kasus Munir, Komnas HAM Setuju Usul Abraham Samad Adanya TGPF Kasus Novel

Dia berkaca dari pengalaman pernah terlibat di dalam TGPF kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir pada 2004 lalu.

Berkaca Kasus Munir, Komnas HAM Setuju Usul Abraham Samad Adanya TGPF Kasus Novel
(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)
Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sudah 10 bulan berjalan, polisi masih belum berhasil mengungkap siapa pelaku penyerangan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Koordinator Subkom Penegakan HAM Komnas HAM, Amiruddin, mendukung pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyerangan penyidik KPK, Novel Baswedan.

Selama pengungkapan kasus, menurut dia, TGPF itu dapat bekerja beriringan dengan upaya Polri melakukan penegakan hukum dengan cara mencari pelaku penyerangan.

Dia berkaca dari pengalaman pernah terlibat di dalam TGPF kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib pada 2004 lalu. Pembentukan TGPF itu dilakukan di zaman Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.

"Itu bisa melengkapi kerja penyidik kapolri. Positif saja, karena akan membuat kerja polisi ditambah TGPF bisa saling melengkapi," tutur Amiruddin, ditemui di kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Baca: Abraham Samad: TGPF Satu-satunya Jalan untuk Menemukan Penyerang Novel Baswedan

Baca: Pegawai KPK Peringkatkan Novel Baswedan, Hati-hati dengan Calon dan Politisi Ini

Sampai saat ini, menurut dia, Komnas HAM bersikap pasif melihat perkembangan selama pengungkapan kasus penyerangan Novel Baswedan.

Selain itu, dia juga menghormati upaya dari aparat kepolisian yang masih terus berupaya mengungkap kasus tersebut.

"Kami tentu memperhatikan. Tetapi dalam proses seperti ini, kami menghormati langkah-langkah penyidikan yang dilakukan Polri. Hasilnya apa tentu Polri menyampaikan ke publik seperti apa proses. Komnas tidak mencampuri upaya penyidikan," tambahnya.

Sebelumnya, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Abraham Samad meyakni Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) satu-satunya jalan untuk menemukan pelakunya. Jika tidak, maka kasus Novel tidak akan pernah terungkap. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved