Berita Tanahbumbu

Kejar Sertifikasi Ini, Petani Desa Karang Mulya Panen 7,8 Ton Per Hektare

Pasalnya, dari hasil panen tersebut dan memanen lahan seluas 4 hektar menghasilkna 7,8 ton perhektarnya

Kejar Sertifikasi Ini, Petani Desa Karang Mulya Panen 7,8 Ton Per Hektare
man hidayat
Petani Desa Karang Mulya Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanahbumbu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Tiga kelompok tani di Desa Karang Mulya Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanahbumbu mengaku berhasil melakukan panen dengan menggunakan klaster padi organik.

Pasalnya, dari hasil panen tersebut dan memanen lahan seluas 4 hektar menghasilkna 7,8 ton perhektarnya. Jauh lebih meningkat dibandingkan sebelumnya.

Tiga kelompok tani di desa tersebut adalah Karya Bakti, Sidodadi dan Rojokoyo. Ketiga petani ini pula yang mendapatkan bantuan dari Bank Indonesia (BI) untuk dibangunkan bangunan klaster Padi Organik dan beberapa alat pertanian.

Kemarin, Wakil Bupati Tanbu H Sudian Noor pun meresmikan bangunan bantuan dari BI tersebut sekaligus panen padi unggul varietas siherang dengan hasil memuaskan. Meski panen tidak dilakukan serempak, namun hasilnya terlihat begitu meningkat. Kelompok dan bangunan dibawah binaan Bagian Perekonomian Pemerintah Daerah Tanbu itu sukses melaksanakan klaster padi organik.

Menurut Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Tanbu Didi Ali Hamidi, Jumat (23/2/18) mengatakan hasil panen satu hektar hasilnya mencapai 7,68 ton dengan pelatihan yang diberikan yaitu dengan menggunakan pupuk kandang sapi 4,5 ton, urine sapi 50 liter, air tembakau 25 liter, air tuba 10 liter, pupuk ini lah non peptesida dan disebut pupuk organik cair dan padat.

"Perbandingan sebelumnya, hasil panen hanya sekitar 3,8 ton tapi dengan pupuk ini lebih banyak hasilnya dan padinya lebih berisi. Begitu juga dengan serangan hama bisa terhindarkan," katanya.

Dikatakan Didi, April mendatang kembali akan menentukan lokasi baru dan target tahun ini menuju sertifikasi produk. Sebab, saat ini belum mendapatkan sertifikasi produk dan menargetkan tahun ini bisa terealisasi.

"Targetnya sertifikasi nasional untuk sertifikasi padinya. Sertifikasi biasanya dikeluarkan oleh Inovis (indonesiaan organik Varming sertification) dan semoga bisa memperoleh itu. Tahun ini kami juga mencoba varietas baru yaitu simelati," katanya.

Sementara itu, Manager Pelaksana Pembanguanan UMKM Kantor Perwakilan BI Kalsel, Suwandi Suryasaputra, mengatakan bantuan berupa bangunan klaster padi Organik Itu diberikan karena melihat potensi di desa dan lahannya.

Sebab itu, sosialisasi dan penyuluhan diberikan dengan membawakan berbagai nara sumber di antaranya dari Tasikmalaya terkait cara pengemasan dan pengepakan produk dan dari Semarang terkait pelatihan pupuk peptisida dan organik lanjutan. (Man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved