Kisah Remaja Pembuat Tato

Kata Ahli Soal Risiko Bertato, Salah Satunya Penyakit yang Menyeramkan Ini

Tato kini sudah menjadi tren di kalangan masyarakat. Tak mengenal usia ataupun jenis kelamin, tato kini sudah banyak

Kata Ahli Soal Risiko Bertato, Salah Satunya Penyakit yang Menyeramkan Ini
KOMPAS.com/Achmad Faizal
Layanan menghapus tato di kantor komunitas Go Hijrah Surabaya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tato kini sudah menjadi tren di kalangan masyarakat. Tak mengenal usia ataupun jenis kelamin, tato kini sudah banyak dilakukan oleh masyarakat luas.

Tak hanya itu kini bisnis tato juga semakin marak dengan keberadaan studio Tatto dan Tatto artist.

Sementara di tengah kemunculan tato kini juga banyak orang awam yang awalnya belum mengenal tato kini mulai tertarik dengan seni tersebut.

Namun tak sedikit pula dari mereka yang ingin memulai bertattoo lebih dulu mencari tahu tentang apa dan bagaimana tato terhadap dampak kulit.

Baca: Hasil Akhir Global Cebu FC Vs Bali United Grup G Piala AFC - Skor 1-1, Spaso Oh Spaso!

Nah, berkaitan dengan hal tersebut berikut tanggapan seorang dari seorang pakar kesehatan, dr Vinna Dwiana.

Menurut dr Vinna ada beberapa dampak bagi kulit bertato. Pertama, mengingat sejatinya tato masuk ke bawah kulit atau ada tinta yang bersifat karsinogenik. Hal ini akan memicu kanker.

" Tinta yang mengandung komponen yg tidak aman seperti tembaga atau mercuri. Pigmen yang dipakai untuk tato merupakan bahan industri,"jelasnya.

Kedua, tinta yang digunakan nantinya akan mempengaruhi tindakan medis mengingat tinta tatto berbahan dasar metal bereaksi pada pemeriksaan MRI.

Baca: Ini Gambar yang Paling Disukai Kaum Hawa dan Bagian Terlarang yang Sering Ditato

Ketiga, orang yang ditato juga beresiko terkena infeksi. Hal ini dikarenakan infeksi bakteri sering terjadi karena kurang sterilnya jarum yg dipakai sehingga riskan terjadi infeksi hepatitis bahkan HIV/AIDS.

"Sedangkan dampak lainnya, tattoo juga dapat menimbulkan gangguan kulit seperti gatal-gatal atau alergi, sulit dihapus, dapat memicu tumbuhnya granuloma yaitu benjolan kulit yang muncul disekitar tatto karena reaksi tubuh terkena tinta, serta keloid atau benjolan yang tumbuh akibat luka waktu pembuatan tato, "jelasnya.

Sehubung itupula, ia pun menyarankan agar kepada masyarakat yang ingin menattoo tubuhnya, sebaiknya menimbang kembali.

" Ya sebaiknya dipikir dulu bagi mereka yang berniat membuat tattoo permanen. Marena bila tidak nanti akan menyesal, mengingat banyak risiko dan kulit ditattoo akan sangat dihapus," tutupnya. (BANJARMASINPOST.CO.ID /A RIZKI ABDUL GANI)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved