Berita Hulu Sungai Tengah

Gembuk Putar Film 'Bara di Bongkahan Batu', Selama Ini Rakyat Terpinggirkan karena Batu Bara

Sosialisasi dilakukan melalui program pemutaran film dokumentar “Bara di Bongkahan Batu” milik Walhi Kalsel

Gembuk Putar Film 'Bara di Bongkahan Batu', Selama Ini Rakyat Terpinggirkan karena Batu Bara
Istimewa
Kegiatan nonton bersama film Bara di Bongkahan Batu, di Desa Baru, Kecamatan Batubenawa. Film dokumentar ini bercerita tentang derita yang ditimbulkan sebagai dampak sosial dan ekonomi akibat penambangan batu bara di sejumlah daerah di Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Setelah menggalang tandatangan aksi menolak SK Menteri ESDM tentang izin produksi penambangan baru bara untuk MCM di Batutangga, Kecamatan Batangalai Timur sejak Januari 2018 lalu, Gerakan Masyarakat Penyelamat Bumi Murakata (Gembuk), bekerjasama dengan Walhi Kalsel, melaksnakaan program advokasi dan sosialisasi dampak penambangan batu bara di Kalsel terhadap sosial ekonomi masyarakat wilayah tambang.

Sosialisasi dilakukan melalui program pemutaran film dokumentar “Bara di Bongkahan Batu” milik Walhi Kalsel, serentak ke 11 kecamatan.

Kecuali kecamatan, tidak masuk program ini, karena sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu, bersama Pemkab HST di Desa Pasting.
Ketua Gembuk, Rumli, melalui suratnya ke seluruh camat pun, meminta memfasilitasi kegiatan nonton bersama film tersebut.

Baca: 16 PSK dan Mucikari Ini Kembali Beraksi Puaskan Lelaki Hidung Belang, Alasan Modal Usaha Habis

Baca: Kena Deh! Tim SAR Sudah Menyisir Sungai Dikira Tenggelam, Ternyata ABG Cewek Ini Sedang Happy

Baca: Ini Puisi Romantis Putri Marino untuk Chicco Jerikho, Netizen: Baper Sampai Ke Ubun-ubun

Disebutkan, tujuan pemutaran film tersebut, selain makin banyaknya permintaan masyarakat melalui Kades, juga hasil koordinasi dengan Sekda HST.

“Diharapkan setelah menyaksikan film tersebut, memberikan wawasan kepada masyarakat luas. Masyarakat menyadari dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan penambangan batu bara yang selama ini terjadi di daerah-daerah di Kalsel, yang membuat rakyat terpinggirkan, ”katanya.

Sementara, anggota Gembuk Edwan Ansari menjelaskan, pemutaran film dokumentar tersebut secara serentak sudah dilaksanakan di delapan desa, yaitu Mantaas, Kecamatan Labuanamas Utara, Labunganak, Kecamatan Batangalai Utara, Desa Baru, Kecamatan Pagat, Desa Tembuk Bahalang, dan Kelurahan Birayang Kecamatan Batangalai Selatan, Desa Limpasu, Kecamatan Limpasu, Desa Haruyan Seberang Kecamatan Haruyan, Desa Pasting Kecamatan Hantakan, serta Desa Masiraan Kecamatan Pandawan.

“Pemutaran serentak dilaksanakan Minggu malam, 4 Maret 2018,”kata Edwan. Untuk Senin malam ini, nontong bareng film tersebut kembali di laksanakan di Desa Wawaigardu, Kecamatan Batangalai Selatan, Selasa malam di Desa Pandanu, dan Rabu malam di Desa Pangambau, Kecamatan Haruyan. Targetnya, seluruh desa,” pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved