Berita Banjarmasin

Satlantas Polresta Banjarmasin Lakukan Ini pada Hari Kelima Operasi Keselamatan Intan 2018

Operasi Keselamatan Intan 2018 yang dilaksanakan oleh Satlantas Polresta Banjarmasin mengedepankan tindakan preventif

Satlantas Polresta Banjarmasin Lakukan Ini pada Hari Kelima Operasi Keselamatan Intan 2018
BANJARMASINPOST.co.id/ahmad rizky abdul ghani
Berlokasi di Taman Pendidikan Al Qur'an (TPA) An Nuriyah Jalan PHM Noor Nuruddin Pelambuan Kecamatan Banjarmasin Barat Kalsel, Kamis (8/3/2018) sore, sosialisasi berlangsung interaktif. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Operasi Keselamatan Intan 2018 yang dilaksanakan oleh Satlantas Polresta Banjarmasin mengedepankan tindakan preventif, seperti menyapa dan memberikan teguran, serta imbauan terhadap para pelanggar lalu lintas.

Unit Dikyasa Polresta Banjarmasin, dengan merangkul Jasa Raharja dan Trio motor Banjarmasin pada hari ke empat operasi keselamatan Intan 2018 tersebut melaksanakan binluh (pembinaan dan penyuluhan).

Namun kali ini sosialisasi menyasar ke para ustadz dan ustadzah di Kecamatan Banjarmasin Barat Kalsel.

Berlokasi di Taman Pendidikan Al Qur'an (TPA) An Nuriyah Jalan PHM Noor Nuruddin Pelambuan Kecamatan Banjarmasin Barat Kalsel, Kamis (8/3/2018) sore, sosialisasi berlangsung interaktif.

Peserta forum silaturahmi ustadz dan ustadzah Kecamatan Banjarmasin Barat tidak segan melontarkan berbagai pertanyaan terkait keselamatan berlalu lintas.

Baca: Kapolresta Banjarmasin Perintah Tembak Bripka SP, Saat Ini Bripka SP Dikejar Polisi Gabungan

Sementara Kasatlantas Polresta Banjarmasin, Kompol Wibowo mengatakan adapun tujuan sosialisasi tersebut tidak lain ingin menekan angka pelanggaran terlebih kecelakaan lalu lintas.

Apalagi seiring saat ini pelaksanaan operasi keselamatan Intan 2018 ini, ia berharap agar pengendara pun semakin sadar mematuhi peraturan lalu lintas hingga operasi selesai nantinya pun.

Baca: Kawasaki H2C yang Satu-satunya di Indonesia Sudah Parkir di Rumah Warga Banjarbaru

"Sedangkan kenapa alasan kami menyasar ke ustad dan ustadzah, karena saat ini tidak sedikit masih masyarakat yang bermindset memilih mengenakan peci daripada helm. Padahal peci sendiri tidak menjamin keselamatan mereka. Begitu pula para ibu-ibu yang mengenakan pakaian panjang atau Syar'i, kerap menimbulkan kecelakaan, " jelasnya.

Sehubung itupula, dengan binluh ini ia juga berharap setidaknya bisa memberikan pemahaman tentang kesadaran masyarakat agar selalu berhati-hati dalam berlalu lintas," jelasnya. (BANJARMASINPOST.CO.ID/A RIZKI ABDUL GANI)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved