Rakernas Partai Demokrat

Presiden Jokowi Bantah Tudingan Pemimpin Otoriter, Malah Bilang Beda Tipis dengan SBY

Pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Demokrat di Sentul International Convention Center, Bogor, Sabtu (10/3)

Presiden Jokowi Bantah Tudingan Pemimpin Otoriter, Malah Bilang Beda Tipis dengan SBY
BPost Cetak
bpos cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BOGOR - Pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Demokrat di Sentul International Convention Center, Bogor, Sabtu (10/3), Jokowi menyinggung mengenai tudingan melalui sosial media yang menyebut dirinya seorang pemimpin otoriter.

"Saya bukan pemimpin otoriter. Saya ini seorang demokrat. Ciri-ciri demokrat kan bisa jadi pendengar yang baik, menghargai pendapat orang lain, menghargai perbedaan tanpa menjadikan sumber permusuhan. Saya punya ciri-ciri itu," ujar Jokowi.

Oleh karena itu Jokowi menyebut dirinya beda tipis dengan SBY.

Baca: Gara-gara Egy Maulana, Akun Instagram Lechia Gdansk Diserbu Nitizen Indonesia, Awas Akun Palsu!

Baca: Dua Pelawak yang Dipenjara di Hongkong Ternyata Seharian Pijat 5 Napi Warga Nigeria, Ini Kisahnya

Baca: Terancam 18 Bulan Penjara, Syahrini Akhirnya Buka Suara Mohon Maaf Kalau Incess Salah Ya

"Saya dan Pak SBY ini beda-beda tipis banget. Kalau saya seorang demokrat, Pak SBY tambah satu, yaitu Ketua Partai Demokrat. Jadi bedanya tipis sekali," tambah Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo itu menyebut dirinya tidak punya potongan sebagai pemimpin otoriter.

"Penampilan saya kan juga tidak sangar, ke mana-mana selalu tersenyum, makanya saya berani bilang saya bukan pemimpin otoriter," papar Jokowi disambut tawa dan tepuk tangan para kader Partai Demokrat.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved