Berita Banjarbaru

Pengacara Ini Sebut Ganti Rugi Lahan Bandara Syamsuddin Noor Salah Sasaran

Fauzan mengungkapkan setelah persidangan, Kamis (15/03/2018) pihaknya menuntut uang sewa yang harus dibayarkan Rp 300 juta

Pengacara Ini Sebut Ganti Rugi Lahan Bandara Syamsuddin Noor Salah Sasaran
Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari
sidang dengan tergugat satu PT Angkasa Pura I serta Pemko Banjarbaru selaku tim pembebasan lahan perluasan bandara Syamsudin Noor Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dianggap mencaplok tanah tanpa izin, tim pengacara Fauzan Ramon mendatangi PN Kelas satu Banjarbaru untuk mengikuti sidang dengan tergugat satu PT Angkasa Pura I serta Pemko Banjarbaru selaku tim pembebasan lahan perluasan bandara Syamsudin Noor Banjarbaru.

Fauzan mengungkapkan setelah persidangan, Kamis (15/03/2018) pihaknya menuntut uang sewa yang harus dibayarkan Rp 300 juta lantaran sudah enam bulan tanah dicaplok oleh PT AP 1 tanpa ada kejelasan. Selain itu juga masih ada kerugian immateriil hingga sekitar triliunan.

Tanah bersertifikat atas nama Iwan Sardjono di Jalan Sempati Tegal Arum itu ujarnya tak mendapatkan ganti rugi apapun pemilikmya oleh tim pembebasan lahan oleh Pemko Banjarbaru.

Baca: Truk Menabrak Teras Rumah Warga Batangalai, Ternyata Ini yang Dilakukan Sopir Saat Nyetir

Sementara PT Angkasa Pura I berdalih sudah memberikan ganti rugi namun atas nama Abdul Ghani.

"Itu salah sasaran, ganti rugi atas nama klien kita, dia punya sertifikat, saya rasa ada oknum di dalam pembebasan lahan kemarin," ujarnya.

Hingga jalannya sidang terdakwa PT Angkasa Pura I masih juga tidak datang hingga sidang ditunda. Hal itu disayangkan Fauzan dan dianggap PT Angkasa Pura I tak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan masalah.

"Surat pemanggilan sudah dilayangkan 15 hari sebelum sidang, dan kenapa masih tidak datang juga," ujarnya.

Sementara Kepala subbagian hukum Setdako Banjarbaru yang merupakan salah satu perwakilan terdakwa, Gugus Harianto mengatakan tim pembebasan lahan dari Pemko Banjarbaru saat ini sudah dububarkan.

Namun jika memang ada kesalahan pemberian ganti rugi, ia mengatakan akan kembali memeriksa dokumen penerima ganti rugi yang sudah dibayarkan. (Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved