Pilkada Serentak

Gadis Cantik Ini Tak Suka dengan Pemilih yang Suka Tergiur Uang

"Harapan saya setiap masyarakat dapat memberikan aspirasinya dan memilih sesuai dengan hati nurani"

Gadis Cantik Ini Tak Suka dengan Pemilih yang Suka Tergiur Uang
Istimewa
Monika Handayani 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tahun ini adalah tahun politik dimana beberapa daerah akan melakukan pemilihan langsung baik itu kepala daerah kabupaten yakni Bupati dan juga provinsi atau Gubernur. Banyak harapan masyarakat kepada pemimpin mereka nantinya.

Satu warga Banua Monika Handayani saat berbincang dengan Insight menuturkan Pilkada Serentak 2018 dan 2019 yang berlangsung di beberapa daerah di Indonesia ini diharapkan berlangsung lancar, aman dan damai. Setiap pendukung masing-masing calon diharapkan bersaing secara sehat.

Baca: Menyakitkan! Iron Man, Thor, Doctor Strange Pun Tumbang Gara-gara Thanos

"Harapan saya setiap masyarakat dapat memberikan aspirasinya dan memilih sesuai dengan hati nurani, rakyat harus cerdas memilih pemimpin yang ikhlas,amanah dan jujur. Dan jangan tergiur dengan janji-janji muluk dan politik uang," ucap dosen Politeknik Negeri Banjarmasin ini.

Pilkada langsung ini memang ada pro dan kontra, pronya rakyat dapat memberikan aspirasi langsung tanpa perwakilan, sebagaimana UU No 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah dengan pemilihan langsung, artinya masyarakat pada daerah tersebut berhak untuk memilih kepala daerahnya sendiri tanpa diwakillan.

Baca: Begini Kabar Terkini Oknum Brimob yang Tembak Ajudan Prabowo Subianto, Menyedihkan!

Hal ini merupakan perwujudan dari demokrasi, karena di Indonesia kedaulatan tertinggi itu berada ditangan rakyat bukan berada di tangan segelintir orang (parlemen) hal ini sejalan dengan konstitusi UUD 1945 (pasal 6A ayat 1 dan pasal 7) yaitu indonesia menganut sistem presidentil dimana presiden dipilih langsung oleh rakyat.

Namun tetap ada kontra dari pelaksanaan pilkada langsun ini berdasarkan pengalaman sebelumnya ada beberapa permasalahan diantaranya ongkos politik yang tinggi, money politik, konflik antar pendukung dan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk pemilu kepala daerah secara langsung.

Namun dibalik itu banyak pemimpin-pemimpin bagus yang lahir dari rakyat hasil dari pemilihan langsung kepala daerah, baik itu berasal dari birokrat, tokoh masyarakat, akademisi, praktisi maupun pengusaha.(BANJARMASINPOST.CO.ID/Irfani)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved