Berita Hulu Sungai Tengah

Alasan Disporbudpar Belum Menyerahkan Gedung Pemuda, Mulai Soal Hibah, Listrik Sampai Leding

Namun, sepengetahuannya, gedung tersebut bermasalah dari sisi lahan, dimana lahannya merupakan hibah dari KNPI.

Alasan Disporbudpar Belum Menyerahkan Gedung Pemuda, Mulai Soal Hibah, Listrik Sampai Leding
banjarmasinpost.co.id/hanani
Gedung Pemuda yang dibangun Pemkab Hulu Sungai Tengah sektar 2015 lalu itu mubazir. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Mengenai belum diserahkannya gedung pemuda kepada KNPI HST, Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kemudayaan dan Pariwisata HST Akhmad Apandi, yang dikonfirmasi banjarmasinpost.co.id.

Dia menyatakan, pihaknya tak mengetahui persis dibalik pembangunannya.
Namun, sepengetahuannya, gedung tersebut bermasalah dari sisi lahan, dimana lahannya merupakan hibah dari KNPI.

"Namun hibahnya informasi yang kami terima, bersyarat. Dimana KNPI saat itu menghibahkan lahannya yang dibeli dari warga, dengan syarat pemkab membangunkan gedungnya khusus untuk KNPI," katanya.

Baca: Jadwal dan Live Streaming Final All England 2018 Malam Ini : Marcus/Kevin vs Boe/Carsten!

Padahal, jika ingin menghibahkan kepada pemerintah daerah, tak boleh ada syarat. Selain itu, KNPI hanya organisasi induk kepemudaan, yang juga menaungi sejumlah OKP, sehingga gedung tak boleh dimiliki hanya oleh organisasi tersebut.

Hibah lahan sendiri, jelas Apandi, tak ada legalitas secara tertulisnya, namun tetap dibangun oleh Pemkab saat itu, dan rencananya, diserahkan ke KNPI dengan status pinjam pakai.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Sampdoria Vs Inter Milan Malam Ini, Liga Italia Serie A Pekan 29

Kala itu memang mendapat persetujuan dewan hingga dibangun gedung pemuda dan hingga kini tercacat sebagai aset pemerintah daerah.

Mengenai belum diserahkannya gedung tersebut, pasca peralihan ketua KNPI baru dari Suryatin Hidayah ke Jainudin Bahrani, pihak Disporabudpar tak bisa menyerahkan untuk pinjam pakai, karena kepempimpina Jainudin Bahrani yang terpilih sebgai Ketua KNPI tak diakui pemerintah kabupaten.

"Sampai terpilih ketua baru Taufik Rahman, Februari lalu, gedung pun belum bisa ditempati, karena belum dialiri listrik dan leding. Masalahnya, jalur listrik dan leding di jalan Lingkar itu juga belum ada,"katanya.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved