YABN

Lestarikan Budaya Bertutur Pada Hari Mendongeng Sedunia

Hari ini, 20 Maret 2018 ditetapkan sebagai Hari mendongeng sedunia, hal tersebut berakar dari budaya “Alla beratares dag”

Penulis: Dony Usman | Editor: Murhan
Banjarmasinpost.co.id/Dony Usman
Mariana juga dikenal dapat menirukan 5 jenis suara berbeda pada saat mendongeng 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Hari ini, 20 Maret 2018 ditetapkan sebagai Hari men dongeng sedunia, hal tersebut berakar dari budaya “Alla beratares dag” yang berasal dari Skandinavia Negara bagian Eropa Utara.

Tradisi yang dilakukan setiap tahunnya di tanggal yang sama ini menggumpulkan sebanyak mungkin orang untuk bertutur dan mengisahkan kembali mitologi yang dulu dipercaya suku Nordik secara turun temurun.

Kebiasaan tersebut kemudian meluas dan diadopsi oleh negara-negara lain di benua Amerika hingga akhirnya pada tanggal tersebut disepakati sebagai hari men dongeng sedunia.

Di Indonesia tidaklah berbeda dengan negara lain, yang memiliki budaya men dongeng, sehingga setiap daerah memiliki kekhasan dalam budaya men dongeng.

Pada dasarnya men dongeng adalah menceritakan sebuah kisah fiksi yang biasanya tidak benar-benar terjadi di kehidupan nyata namun memiliki nilai pembelajaran dalam setiap kejadiannya. Kebanyakan dari dongeng banyak terkandung sebuah nasihat baik dan mendidik bagi anak.

Dengan dongeng anak-akan diajak berfantasi dan tenggelam dalam sebuah kehidupan lain di luar akal manusia, dalam dongeng tidak ada yang membatasi imajinasi anak dalam membayangkan sebuah istana yang megah, makhluk mitos seperti Naga maupun kuda terbang hingga binatang yang bisa bicara.

Dengan demikian tanpa sadar anak dilatih kreatifitasannya dalam menggambarkan sebuah kejadian dan mencitrakannya dalam alam bawah sadarnya.

Seperti yang dikatakan oleh salah seorang sastrawan senior Indonesia - Pramoedya Ananta Toer, “Dongeng adalah medium terindah dalam tradisi lisan nusantara”.

Dongeng diibaratkan pembelajaran yang dapat diaplikasikan dengan metode yang tidak menjemukan.

Hal tersebut rupanya diamini oleh Mariana (38), guru TK Pertiwi asal Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Sejak usia belia ia sudah menyukai cerita-cerita dongeng dan animasi. Kecintaannya terhadap dongeng dicerminkan dari beberapa judul dongeng yang diciptakannya sendiri.

Cerita anak dan dongeng rupanya telah menjadi bagian hidup wanita 4 orang anak ini, “Cintai Lingkungan, Indahnya Persahabatan dan Jangan Pantang Menyerah” menjadi sejumlah dongeng bertokohkan hewan yang dibuat Mariana dengan tujuan untuk menanamkan pendidikan karakter positif bagi anak.

Mariana juga dikenal dapat menirukan 5 jenis suara berbeda pada saat men dongeng, kerap kali ia memenangkan perlombaan dongeng, di antaranya lomba men dongeng IGTKI Tabalong, Lomba Indonesia Gemar Membaca hingga yang terakhir juara 1 lomba men dongeng dalam memperingati hari guru yang diselenggarakan oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN).

“Kebanggaan tersendiri waktu saya bisa menceritakan sebuah dongeng untuk orang lain, terlebih saya bisa mengajarkan nilai-nilai kebaikan bagi pendidikan karakter anak” ungkap Mariana.

Mariana, Juara 1 Lomba mendongeng yang diselengggarakan Yayasan Adaro Bangun Negeri beberapa waktu lalu.
Mariana, Juara 1 Lomba mendongeng yang diselengggarakan Yayasan Adaro Bangun Negeri beberapa waktu lalu. (Banjarmasinpost.co.id/Dony Usman)

Di TK tempatnya mengajar, setiap minggu dongeng merupakan jam pelajaran yang harus ia sampaikan ke anak didiknya. Bahkan saat pengkondisian kelas, men dongeng merupakan strategi untuk mengajar katanya.

Salah satu kegiatan literasi ini kiranya dapat membudaya dikalangan orang tua dan sekolah, sehingga lebih banyak kesempatan bagi anak memperoleh waktu untuk mendapatkan dongeng dari siapapun.

“Saya berharap dongeng dapat kembali menjadi bagian dalam kehidupan anak-anak saat ini. Dengan gempuran tren yang semakin kuat dan tayangan televisi yang tidak sesuai untuk tontonan anak-anak seusianya, yang dikhawatirkan menjadi anak dewasa bukan pada waktunya.

Semoga dongeng dapat menjadikan anak lebih berkarakter dan bersikap sesuai dengan umurnya," tutup Mariana. (*/aol)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved