Buah Unik yang Kian Sulit Ditemukan

Mau Makan Buah Palilak? Jangan Sembarangan, Begini Aturan Mainnya

“Berbeda dengan bunga teratai lain yang biasa diambil tangkainya untuk dimasak, khusus jenis teratai"

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Didik Triomarsidi
reni kurnia wati
Buah Palilak 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - H Muhammad Haridi SP, seorang pengamat tumbuhan mengatakan teratai yang menghasilkan buah palilak ini biasa tumbuh saat musim penghujan di daerah rawa.

“Berbeda dengan bunga teratai lain yang biasa diambil tangkainya untuk dimasak, khusus jenis teratai yang menghasilkan buah Palilak ini tangkainya berduri halus dan tidak bisa dimakan," ujarnya.

Baca: Wow! Ada Buah Mirip Makhluk Luar Angkasa di Amuntai, Rasanya Manis dan Ditunggu-tunggu

Namun daunnya bisa dimanfaatkan untuk membungkus makanan, buah Palilak baru bisa diambil untuk dimakan saat seluruh kelopak bunga telah rontok dan berubah warna menjadi hijau.

Baca: Tak Ada yang Menyangka, Ternyata Buah Palilak Berasal dari Tanaman Ini

Daerah rawa di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sangat luas tak heran jika buah ini menjadi favorit warga untuk dimakan sebagai cemilan.

Baca: Jika Tak Segera Dimakan Buah Langka Ini akan Terasa Pahit dan Keras

Selain mudah didapat ada juga yang menjual buah palilak di pinggir jalan dengan harga Rp 1000 satu takar dengan ukuran

satu gelas. “Seperti kacang memiliki kulit dan berbiji, rasa dan teksturnya juga hampir sama dengan kacang tanah,” ungkapnya. (nia)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved