B Focus Banua Anam

Sanksi 6 Bulan Penjaran dan Denda 50 Juta Menanti bagi yang Nekat Jual Anak Ikan

PENANGKAPAN anak ikan untuk tujuan konsumsi dilarang, karena dikhawatirkan ikan akan lebih cepat punah.

Sanksi 6 Bulan Penjaran dan Denda 50 Juta Menanti bagi yang Nekat Jual Anak Ikan
BPost Cetak
b fokus

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - PENANGKAPAN anak ikan untuk tujuan konsumsi dilarang, karena dikhawatirkan ikan akan lebih cepat punah.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tapin, H Bastian.

Selain itu, sambung dia, juga merugikan nelayan lain, sebab hasil tangkapan ikan menurun drastis, akibat penangkapan anak ikan tersebut.

Baca: Leni, PSK Pembatuan Ini Nangis saat Diajak Masuk Kesini, Bahkan Ogah Naik Mobil Kejaksaan

"Penangkapan ikan dengan cara setrum atau bahan kimia lainnya dilarang karena mematikan anak ikan bahkan telur ikan juga akan mati, sehingga menghambat perkembangan ikan, jelas Bastian.

Bagi masyarakat, khususnya nelayan yang sering menangkap anak ikan seperi haruan, papuyu, nila, maka akan kena sanksi penjara enam bulan atau denda Rp 50 juta.

"Sanksi itu berdasar Perda Provinsi Kalsel nomor 24/2008 tentang Pengawasan dan Perlindungan Sumberdaya Ikan di Kalsel," sebut Bastian.

Baca: Pembuat Akun Palsu Humas Polres Banjar Ini Bawa Nama Guru Sekumpul, Bikin Sakit Hati Umat!

Dalam perda itu disebutkan bahwa tiap orang dilarang melakukan kegiatan jual beli anak ikan hasil tangkapan.

Di pasal lainnya juga disebutkan dilarang melakukan kegiatan penangkapan anak ikan yang mempunyai nilai ekonomis baik untuk dikonsumsi maupun diperdagangkan untuk pakan ikan.

Kemudian, dalam UU nomor 45/2009 tentang Perikanan disebutkan dilarang melakukan penangkapan ikan dan anak ikan menggunakan alat atau bahan yang bisa merusak sumber daya perikanan seperti setrum accu, bahan beracun, alat jaring yang matanya jaringnya cukup kecil.

Baca: Jelang Haul, Beredar Foto-foto saat Kedatangan Jenazah Guru Sekumpul dari Singapura, Bikin Rindu

"Kalau menangkap anak ikan untuk penangkaran atau pembesaran tidak masalah, yang bermasalah itu bila penangkapan anak ikan itu untuk konsumsi atau diperdagangkan," terang Bastian.

Dalam perda sumber daya ikan itu, imbuh dia, memang dilarang melakukan jual beli anak ikan hasil tangkapan, tetapi sasarannya lebih pada penangkap dan penjual anak ikan.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved