Berita Banjarmasin

Habibah Penasaran Judul Film Istirahatlah Kata-Kata

Rasa penasaran sempat membuat Habibah, Nahdiani dan Raudhatul Hasanah dengan judul film Istirahatlah Kata diputar FSB

Habibah Penasaran Judul Film Istirahatlah Kata-Kata
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Penonton Film Istirahatlah Kata-Kata di Balairungsari Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rasa penasaran sempat membuat Habibah, Nahdiani dan Raudhatul Hasanah dengan judul film Istirahatlah Kata-Kata diputar Forum Sineas Banua (FSB) di acara ngobrol film (NGOFI) ke-20 di Gedung Balairungsari Banjarmasin, Sabtu (25/3).

Pas nonton filmnya, dirinya baru tahu film tersebut menceritakan kisah hidup sastrawan Indonesia, Wiji Thukul yang diburu pemerintahan zaman orde baru berkat puisi-puisinya.

"Kami bertiga mulanya tak tahu isinya filmnya. Kami tertariknya dengan judulnya, ternyata walau ceritanya sederhana tapi filmnya cukup bagus," kata Habibah, mahasiswi semester 4 Prodi Bahasa dan Sastra FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Sabtu.

Dijelaskan dirinya, alurnya ceritanya sangat sederhana, mengisahkan pelarian Tukul hingga ke Pontianak akibat puisinya yang dianggap mengeritik pemerintah Orde Baru di zaman itu.

Selain itu, lanjut rekannya, Nahdiani dan Raudhatul Hasanah, mereka mendapat tugas dari dosennya buat mereview film tersebut usai menonton.

Penonto lainnya, Nanda Sukma Nugroho mengatakan film ini menceritkan seorang seniman seperti Wiji Thukul pun sangat dicari rezim pemerintahan Orde Baru di tahun 1996-1998.

"Wiji Thukul dianggap tidak menguntung, sehingga dikejar-kejar intel dan tentara untuk ditangkap," kata guru Seni Musik SMKN 4 Banjarmasin ini.

Ditambahkan Nanda, film ini cukup bagus bagus ditonton generasi muda, supaya mengingatkan mereka, pernah terjadi peniondasan terhadap orang yang pernah menyuarakan keadilan.

"Meski sekarang diberi kebebasan berekpresi, tapi rasa keadilan pun masih belum dijalankan benar-benar. Hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas," tandasnya.

Sementara panitia pelaksana senang dengan cukup antusiasnya menyaksikan film Wiji Thukul ini.
"Kami kaget juga jumlah penonton yang datang menyaksikan di pagi lebih banyak di siang dan sore hari," kata Ketua Umum Forum Sineas Banua, Zainal Mutakin.

"Jumlah penonton yang membeli tiket dari sesi pertama hingga keempat malam hari sebanyak 222 orang. Penontonnya kalangan pelajar dan mahasiswa serta seniman," ungkapnya.

Di sesi pertama pemutaran film Istirahatlah Kata Kata di Gedung Balairungsari Taman Budaya Provinsi Kalsel, Sabtu pukul 10.00 Wita, jumlah penonton 44 orang.

"Siang hari pukul 13.00 Wita hanya 16 orang dan sore hari ada 33 orang. Paling banyak penontonnya, malam hari sebanyak 127 orang sekaligus ada ngobrol filmnya," tegas Zainal.

Film biopik ini terinspirasi dari puisi dan hidup Wiji Thukul.

"Walaupun sebenarnya tidak menjelaskan sejarah Wiji Thukul secara utuh, tapi lebih memfokuskan pada satu kepingan cerita pada masa awal pelarian sang penyair ketika ia dinyatakan sebagai buronon untuk pertama kali dan memutuskan melarikan diri ke Pontianak," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ful/*)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved