Selebrita

Usai Gagal Kubur Diri 15 Jam di Balok Es, Kondisi Limbad Makin Melemah, Parahnya Tak Mau ke RS

Sebelum menyentuh target 15 jam, detak jantung Limbad berhenti lantaran mengalami hipotermia.

Usai Gagal Kubur Diri 15 Jam di Balok Es, Kondisi Limbad Makin Melemah, Parahnya Tak Mau ke RS
youtube
ksi Limbad in Action dalam rangka HUT Dahsyat ke 10. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Aksi Limbad in Action dalam rangka HUT Dahsyat ke 10 yang disiarkan secara langsung oleh RCTI di Lapangan Makodam, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (24/3/2018), Limbad melakukan aksi dikubur di dalam balok es selama 15 jam berujung fatal.

Sebelum menyentuh target 15 jam, detak jantung Limbad berhenti lantaran mengalami hipotermia. Tim medis pun meminta kru untuk membongkar kuburan es yang menutupi tubuh Limbad dari leher hingga ke ujung kaki.

Dengan kondisi tak sadar dan wajah pucat, Limbad segera diambil tindakan medis. Beberapa saat, Limbad terbangun dan seakan memberitahukan bahwa ia tidak mengalami apa-apa dengan mengangkat tangannya.

Kondisi menurun Bisa jadi penonton mengira hal itu bagian dari pertunjukan. Namun, anak Limbad, Cecillia Gina, lewat akun Instragam-nya @cecillimbad, menyampaikan bahwa kondisi sang ayah menurun setelah melakukan aksi tersebut.

Dalam posting tersebut, Cecil mengunggah tiga buah foto yang memperlihatkan Limbad sedang mendapatkan perawatan medis.
Wajah Limbad terlihat pucat. "Cecil tau ini bukan pertama kalinya ayah @limbadindonesia lakuin aksi berbahaya, Cecil selalu deg2an setiap dampingin ayah lakuin aksi kyk gini apalagi sampai kritis???? dan Cecil selalu berdoa semoga ayah gak kenapa2," tulis dia.

"Cecil tau ayah orangnya berani dan selalu yakinin Cecil bahwa ayah tuh bisa lakuin setiap aksinya dengan sukses???? ayah, Cecil disini deg2an banget dan selalu berdoa buat ayah ga kenapa2???? love you! #Cecildukungayahterus #limbadinaction," sambungnya.

Membaik meski mengkhawatirkan Saat dihubungi Kompas.com, Minggu (25/3/2018), istri Limbad, Susi Indrawati, mengabarkan bahwa kondisi suaminya sudah mulai membaik. Setelah acara, pada Minggu pagi, Limbad sudah bertolak ke Jakarta dari Surabaya.
"Alhamdulillah sekarang lagi pemulihan, sudah agak membaik, berkat doa semuanya.. amiinn. Matur suwun," kata Susi melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Minggu sore.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh manajer Limbad, Aris. Ia mengatakan bahwa kondisi Limbad sudah mulai membaik meski masih lemas dan kulitnya masih mati rasa akibat aksi tersebut.

Setibanya di Jakarta, kata Aris, sebenarnya pihak keluarga berencana akan langsung merujuk Limbad ke rumah sakit. Namun, Limbad menolak.

"Kalau Master sendiri sebenarnya sih dia maunya bertahan, tapi dengan kondisi seperti itu enggak mungkin bertahan. Keluarga tidak mau tinggal diam. Hari ini rencana kalau kondisi semakin tidak baik, tidak bisa diterapi secara spiritual, akan dibawa ke rumah sakit," kata dia.

Dilansir tribunnews, meski kondisinya sempat kritis, Limbad menolak dirawat di rumah sakit. Padahal ia masih lemah. Bahkan sekujur tubuhnya mati rasa.

"Masih bertahan di rumah," ujar Aris alias Chakra, manajer Limbad, saat dihubungi Tribunnews.com, Senin (26/3/2018).

Hingga kini Limbad masih menetap di kediamannya di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Sementara itu, Aris mengungkap tekanan darah Limbad kini semakin melemah. (BANJARMASINPOST.CO.ID/restudia)

Penulis: Restudia
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved