Berita Banjarmasin

KPAK Datangi Kejati Kalsel, Ini yang Mereka Tanyakan

Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan didatangi puluhan warga dari OKP dan LSM yang tergabung dalam

KPAK Datangi Kejati Kalsel, Ini yang Mereka Tanyakan
Banjarmasinpost.co.id/Irfani Rahman
Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan didatangi puluhan warga dari OKP dan LSM yang tergabung dalam Koalisi Penggiat Anti Korupsi (KPAK), Rabu (28/3/2018). 

BANJARMASINPOST.BANJARMASIN - Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan didatangi puluhan warga dari OKP dan LSM yang tergabung dalam Koalisi Penggiat Anti Korupsi (KPAK), Rabu (28/3/2018).

Sambil membawa spanduk , mereka datang dan menyampaikan aspirasi terkait penanganan beberapa kasus dugaan perkara korupsi yang saat ini tengah ditangani Kejati Kalsel.

Dari selebaran yang mereka bawa terdapat enam point yang di sampaikan seperti perkembangan penanganan kasus dugaan perkara korupsi APBD Kabupaten BalanganTahun Anggaran 2016 senilai Rp14,8 Miliar di enam SKPD .

Kemudian kelanjutan perkara yang dilimpahkan Direktur penyidik Jampidsus Kejagung tanggal 26 Juli 2017 yakni kasus dana atau anggaran APBD Kabupaten Balangan TA 2017 senilai Rp14,5 Miliar do Dinas Kesehatan yang penanganan perkaranya dilimpahkan ke Kejati Kalsel.

Baca: Sedang Berlangsung! Link Live Streaming Kompas TV Debat Publik Pilgub Sulsel Malam Ini

Baca: Tahun Ini Pensiun PNS Bakal Beda, Dana Pensiun Dibayarkan Semua, Menpan RB : PNS Lebih Sejahtera

Selain itu proyek Optimal SPAM (jaringan pipa Air Baku) TA 2016 senilai Rp74 Miliar yang dikerjakan PT CSP di Dinas PUPR Kabupate Batola yang awal kasusnya ditangani pihak Kejagung kemudian diserahkan ke Kejati.

Kelanjutan kasus dugaan korupsi proyek gedung sarana rehabilitasi IPWL Kalimantan Selatan senilai Rp5,9 Miliar TA 2016 di Direktur RSKP Napza Direktorat Jenderal Rehabilitasi Kementerian Sosial RI yang dikerjakan oleh PT SKB dan CV PLN.

Dan perkembangan kasus dugaan korupsi perjalanan dinas anggota dewan yang hingga saat ini belum ada tersangkanya serta kasus basis jilid II yang kerugian sebesar Rp27,5 Miliar.
Oleh pihak Kejaksaan para perwakilan diterimadan dilukan audisi tertutup.

Aspidsus Kejati Munaji kepada wartawan kalau audisi yang pihaknya lakukan dengan perwakilan dari penginjukrasa untuk menjawab semua aspirasi yang disampaikan khususnya terkait kasus yang pihaknya tangani.(BANJARMASINPOST.CO.ID/Irfani)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved