Kriminalitas Kaltim

Kronologi Pelaku Narkoba Bisa Lolos di Zona X-Ray Bandara Sepinggan Balikpapan

PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan membantah salah satu

Kronologi Pelaku Narkoba Bisa Lolos di Zona X-Ray Bandara Sepinggan Balikpapan
tribunkaltim.co/aridjawana
Tersangka S yang tertangkap di ruang tunggu Gate 8 terminal keberangkatan Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, sedang membawa narkotika jenis sabu yang disembunyikan di pangkal pahanya. (ARIDJWANA) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BALIKPAPAN - PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan membantah salah satu pelaku kasus narkoba lolos X-Ray hingga dapat membawa sabu hingga ke ruang tunggu Terminal Keberangkatan Bandara SAMS Sepinggan.

Terkait dengan penangkapan tersebut, Aviation Security Department Head PT AP I Bandara SAMS Sepinggan, Selamat Riyadi, kepada tribunkaltim.co, hari Rabu (28/3/2018) menjelaskan tersangka tidak membawa sabu tersebut di dalam barang bawaannya.

Dalam rilisnya, PT AP I Bandara SAMS Sepinggan menjelaskan pelaku masuk melewati Screening Check Point (SCP) di Terminal Keberangkatan.

Setiap penumpang yang melewati SCP, wajib melalui Walk Through, sedangkan barang bawaannya diperiksa melalui X-Ray.

Sesuai dengan rekaman CCTV di bandara, yang bersangkutan membawa satu buah tas kecil berwarna kombinasi pink dan abu-abu.

Setelah melalui Walk Through, pelaku diperiksa oleh petugas security menggunakan Metal Detector.

Pada kejadian tersebut, pelaku tidak menyimpan sabu tersebut dalam tas yang mengharuskannya melewati X-Ray di SCP, melainkan disembunyikan pada bagian tubuhnya yang dibawa melalui Walk Through dan pemeriksaan oleh Metal Detector.

"Kami klarifikasi bahwa barang tersebut dipastikan tidak melewati X-Ray. Barang (sabu) itu melekat di pinggang tersangka," jelasnya.

Walk Through dan Metal Detector tersebut hanya mendeteksi barang metal dan logam yang mana barang-barang tersebut dapat membahayakan keselamatan penerbangan dan orang di sekitar seperti senjata api, pisau, dll yang dianggap berbahaya.

Alat ini tidak dapat mendeteksi barang berupa obat.

Halaman
123
Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved