Ilmuwan China Kembangkan Radar Canggih Deteksi Nyamuk, Digunakan untuk Ini

Seorang ilmuwan China mengatakan, dia menjadi bagian dari proyek pemerintah yang tengah mengembangkan radar sensitif.

Ilmuwan China Kembangkan Radar Canggih Deteksi Nyamuk, Digunakan untuk Ini
banjarmasinpost.co.id/AFP
Nyamuk Aedes Aegypti. 

Mulai dari Malaria, Demam Berdarah, hingga Zika.

Saat ini, beberapa radar canggih dunia mulai bisa mendeteksi obyek yang lebih kecil dari pesawat nirawak.

Sebagai contoh Radar X-band milik Amerika Serikat (AS), yang mampu mendeteksi bola bisbol dari jarak 4.000 kilometer.

Tim yang dipimpin oleh ilmuwan bernama Long Teng tersebut menerima dana dari pemerintah pusat sebesar 82 juta yuan, atau sekitar Rp 179,5 miliar.

Adapun Long merupakan Direktur Penelitian Radar di BIT, sekaligus kepala peneliti pada program pengembangan radar Negeri "Panda".

SCMP melaporkan, jika pengembangan itu berhasil, maka radar itu tidak saja mendeteksi adanya pergerakan nyamuk.

Namun, mereka juga bisa memberikan data mengenai spesies, kelamin, kecepatan dan arah terbang, serta serangga apa yang mereka makan.

Tidak hanya itu. Radar tersebut juga bisa memastikan di mana koloni nyamuk itu berada.

Radar tersebut bisa memberikan peringatan jika nyamuk itu melakukan migrasi. Peneliti itu menambahkan, saat ini mereka baru bisa membuat sekitar dua unit radar pendeteksi nyamuk.

"Harapannya, kami bisa menciptakan banyak radar yang bisa terpasang di seluruh negeri. Untungnya, kami diperbolehkan menggunakan teknologi militer," katanya.

Halaman
123
Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved