Ekonomi dan Bisnis
Penjualan Alat Musik Ramai Kala Liburan Sekolah
Gemar bermain alat musik gitar, menjadi pilihan adalah produk yang berkualitas. Selain nyaman saat dimainkan
Penulis: | Editor: Murhan
BANJARMASINPOST.CO.ID - Gemar bermain alat musik gitar, menjadi pilihan adalah produk yang berkualitas. Selain nyaman saat dimainkan, bunyi yang dihasilkan enak didengar.
Pemilik Gallery Musik John Why, Wahyu Indra Saputra mengatakan, penjualan alat musik tergolong standar kalau lagi saat sekarang ini. Berbagai upaya untuk meningkatkan penjualan.
Salah satunya dengan memberikan promo minggu ini, tetapi hanya untuk dua unit ketboard Yamaha PSR S-770 hanya Rp 14.500.000, diskon menjadi Rp 12.500.000.
“Hanya saja promo ini terbatas, hanya untuk dua unit saja,” katanya, Senin (2/4).
Dia juga mengatakan, untuk gitar akustik elektrik hanya Rp 850 ribu, dengan adanya promo menjadi Rp 699 ribu dan mendapatkan bonus ukulele.
Baca: Ini Harga Logis Biaya Umrah Menurut Pengelola Travel di Kalsel
Dijelaskannya, penjualan alat musik meningkat umumnya saat memasuki libur. Gallery Musik John Why di Jalan Kelayan B Tengah Banjarmasin Selatan itu jarang sepi pengunjung.
Dirinyanya memanfaatkan moment liburan tersebut semaksimalnya untuk meningkatkan penjualan dengan menawarkan berbagai promo menarik.
“Kalau saat libur panjang tidak dipancing dengan promo mungkin tidak seberapa. Tetapi kalau ada penawaran diskon saat liburan maka pengaruhnya cukup besar,” jelasnya.
Diceritakannya, pernah tahun baru 2016 lalu penjualan normal, karena belum ada pancingan diskon. Tetapi pada tahun ini setiap libur nasional, libur tidak hanya Natal dan tahun baru, memberikan promo terbukti efektif.
“Beda jauh sekali penjualan, tanpa promo dibandingkan ada diskon. Seperti liburan tahun baru lalu, laba bersih kisaran Rp 7 jutaan, mudah-mudahan liburan akhir tahun ini bisa meningkat,” jelasnya.
Baca: Daftar Harga Motor Trail yang Hilang di Parkiran Hotel Novotel yang Bikin Heboh!
Dirinya tidak hanya menjual alat musik gitar, tetapi memberikan pilihan kepada konsumen untuk memilih warna pada gitar tersebut.
Semua didatangkan dari pabrik-pabrik perajin di Indonesia, proses body painting atau pengecatan bisa di tempatnya.
Pengecatan gitar di Gallery Musik John Why menggunakan cat sesuai produk yang sudah jadi. Pemilihan warna pun, merupakan hasil diskusi dengan konsumen, mulai dari pilihan warna dan warna yang diminati sekarang ini.
Setiap gitar polos tidak pernah ready lama, karena setiap unit datang langsung diberi pewarnaan. Warna yang dipilih sesuai trend dan mode.
Konsumen jarang yang meminta cat ulang, bahkan membeli yang sudah jadi. Karena menurutnya warna gitar yang diprosesnya memang yang lagi trend. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/gitar-alat-musik-yang-cukup-ramai-dicari_20180402_230018.jpg)