Penglaris Mitos atau Fakta

Gunakan Penglaris, Awalnya Dagangan Laris Manis, Tapi Setelah Itu Ini yang Terjadi

Tapi sadarkah Anda, barang yang dibeli itu sebenarnya bukan kebutuhan primer atau kebutuhan mendesak.

Gunakan Penglaris, Awalnya Dagangan Laris Manis, Tapi Setelah Itu Ini yang Terjadi
milna sari
Minyak Penglaris dagangan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Siapa yang tak senang belanja alias shopping. Beli baju, mainan, ponsel sampai makanan.

Tapi sadarkah Anda, barang yang dibeli itu sebenarnya bukan kebutuhan primer atau kebutuhan mendesak.

Namun, karena memiliki daya tarik secara magis sehingga Anda mau saja keluar uang untuk memborong barang-barang tersebut.

Baca: Usai Mengamuk dan Melukai Orang, McGregor Diborgol Lalu Dibawa ke Pengadilan

Perlu pembeli sadari, ada berbagai macam cara yang dilakukan pedagang agar jualannya laris manis, pertama memberikan harga murah, kedua mengandalkan keramahannya kepada pembeli, ketiga menghias tempat berjualannya, keempat memberikan kredit dan terakhir adalah dengan Penglaris.

Baca: Hanya karena Ditegur Masalah Ini, Seorang Sopir Mobil Memaki, Lindas, dan Ludahi Wajah Polantas

Di Indonesia khususnya masyarakat Banjar sebutan penglaris yang digunakan pedagang sudah tidak asing lagi.

Bahkan banyak berseliweran cerita orang-orang tentang Penglaris ini. Salah satu yang paling terkenal adalah mitos penglaris di Gunung Kawi, Jawa Timur. Konon, kalau mau jualannya laris harus mengikuti ritual-ritual tertentu, dari meletakkan sesaji, membakar dupa, dan bersemedi berjam-jam, berhari-hari, bahkan berbulan-bulan.

Namun di daerah Kalsel, khususnya Kota Banjarbaru, Penglaris juga ada, seperti pengalaman orang yang pernah memakainya, sebut saja namanya Mama Aman.

Penjual baju perempuan dewasa ini mengatakan sempat menggunakan Penglaris berupa minyak yang dioleskan ke barang dagangan.

Halaman
12
Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved