Ekonomi dan Bisnis

Ditjen Dukcapil Ungkap Kejanggalan Registrasi Kartu SIM, 2,2 Juta Nomor Prabayar Daftar Pakai 1 NIK

Ditjen Dukcapil tak menampik adanya penyalahgunaan NIK dalam proses registrasi kartu SIM prabayar.

Ditjen Dukcapil Ungkap Kejanggalan Registrasi Kartu SIM, 2,2 Juta Nomor Prabayar Daftar Pakai 1 NIK
Grid.ID
Ilustrasi Kartu SIM ponsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil)Kementerian Dalam Negeri mengungkapkan adanya kejanggalan dalam periode pendaftaran registrasi kartu SIM prabayar.

Dilansir Kompas.com, meski membantah adanya kebocoran data pribadi, Ditjen Dukcapil tak menampik adanya penyalahgunaan NIK dalam proses registrasi kartu SIM prabayar.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Panja Pengamanan Data Pribadi Komisi I DPR RI hari ini, Senin (9/4/2018), Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh, menjabarkan kejanggalan yang ditemukan dalam periode registrasi kartu SIM prabayar dari 31 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018.

"Ada 2,2 juta nomor prabayar yang daftar pakai 1 NIK. Ini tidak langsung ditemukan dalam satu waktu, tapi dari periode awal registrasi sampai tenggat akhir," kata Zudan.

Baca: Acara Raffi Ahmad Dihentikan Usai Nagita Slavina Komentari Goyangan Ayu Ting Ting

Baca: Hasil MotoGP Argentina 2018 - Marc Marquez Dapat Hukuman Berat Gara-gara Kelakuannya Ini

2,2 juta nomor tersebut tercatat sebagai prabayar Indosat Ooredoo. Meski nilainya paling signifikan, operator lain pun tak luput dari kasus serupa. Telkomsel menghimpun 518.000-an nomor prabayar yang didaftarkan dengan 1 NIK, sementara itu XL ada 319.000-an, Hutchison Tri 83.000-an, dan Smartfren 146.000-an.

Diminta Blokir

Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo), Ahmad Ramli mengatakan pihaknya mulai menindak indikasi penyalahgunaan tersebut. Operator telekomunikasi diminta memblokir semua nomor yang melakukan registrasi tak wajar.

"Sejauh ini ada 63 juta nomor yang daftar dobel-dobel itu sudah diblokir. Proses cleansing-nya semua sampai Mei," Ahmad Ramli menuturkan.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved