Berita Tanahbumbu

Tiga Tahun Putus Diterjang Air Bah, Jembatan Batuharang Mentewe Akhirnya Dibangun

Daerah Batuharang yang masih merupakan bagian dari Desa Mentewe Kecamatan Mentewe Kabupaten Tanahbumbu merasa terisolasi.

Tiga Tahun Putus Diterjang Air Bah, Jembatan Batuharang Mentewe Akhirnya Dibangun
istimewa
Jembatan Batuharang Mentewe Tanahbumbu akhirnya dibangun setelah putus diterjang air bah pada 2015. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Sejak 2015 lalu, daerah Batuharang yang masih merupakan bagian dari Desa Mentewe Kecamatan Mentewe Kabupaten Tanahbumbu merasa terisolasi.

Penyebabnya, jembatan kayu log yang ada diterjang air bah saat hujan deras. Akibatnya, jembatan tersebut terputus dan tak bisa dilalui lagi. Untuk menempuh jalur darat, mereka harus berputar jauh.

Sementara untuk menyebrangi sungai, warga sempat membuat rakit. Hanya saja, rakit tersebut tidak gratis. Sekali penyebrangan harus membyar Rp 10.000. Sehingga masyarakat sekitar dan guru sekitar yang harus menyebrang merasa berat.

Sebab itu, harapan guru yang ada ditempat tersebut sangat berharap untuk segera ada jembatan. Tujuannya tentu agar tidak ulit mengajar karena akses lebih mudah. Namun sejak terputusnya jembatan terebut, membuat mereka kesulitan untuk melewati jalan tersebut.

"Harapan utama kami adalah jembatan Batuharang cepat selesai dibangun. Perjuangan kami untuk mengajar di sekolah Batuharang sangat sulit, belum lagi saat musim hujan, sepeda motor kesulitan lewat," kata Cahyo, satu guru SD di Batuharang.

Penantiannya itu sepertinya sebentar lagi akan terwujud. Pasalnya, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tanahbumbu sudah mulai membangun jembatan. Bahkan sementara waktu, sudah bisa dilewati namun tetap harus berhati-hati karena lantainya belum semua ada.

"Sampai hari ini, 15 April 2018, jembatan sudah dibangun. Dan baru dipasangi dua lantai karena bahannya belum datang semua," kata Kepala Dinas PUPR Tanbu Roy Rizali Anwar

Tahapan selanjutnya pembuatan lantai jembatan (kayu) serta pagar pengaman jembatan. Itu dilakukan secara bertahap. Diabjuga menjelaskan, pembuatan jembatan dibantu pihak ketiga perusahaan sekitar dengan bentuk jembatan sementara konstruksi kayu, memanfaatkan sisa kayu log jembatan yang lama dengan dibangun pilar beton di bagian tengah.

"Kondisi sementara seperti itu, tapi ini belum selesai karena namti diberi lantai papan di atasnya. Setelaj itu diberi sandaran atau pagar yang bisa dipegang. Mudah-mudahan satu minggu kedepan selesai semua, " katanya. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved