Berita Hulu Sungai Utara
Jamaliah Bisa Hasilkan 10 Lukah dalam Seminggu karena Ini
Jamaliah warga Desa Karias Dalam Kecamatan Banjang selama puluhan tahun menjadi pembuat lukah atau alat penangkap ikan tradisional.
Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Murhan
BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Jamaliah warga Desa Karias Dalam Kecamatan Banjang selama puluhan tahun menjadi pembuat lukah atau alat penangkap ikan tradisional. Dalam seminggu Jamaliah bisa menghasilkan sampai sepuluh lukah.
Setiap hari kamis dirinya dibantu dengan anaknya membawa hasil lukah buatannya ke pasar Amuntai, lukah dijual dengan harga Rp 10.000 per biji.
Sayangnya karena kesulitan membawa yang kadang memerlukan jasa angkut membuatnya semakin sedikit mendapatkan untung. “Belum lagi jika lama tak laku kadang dijual dengan harga Rp 7000,” ungkapnya.
Jamaliah berharap dengan dipilihnya Desa Karias Dalam sebagai peserta Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) maka ada program yang memudahkan dirinya bersama pembuat lukah lain untuk lebih mudah memasarkan hasil kerajinannya secara lebih luas.
Baca: Hasil Barito Putera vs PSM - Skor Sementara 1-1, Ngos-ngosan di Menit 60
Lukah dibuat dari bambu yang cukup tua, dibelah menjadi lebih kecil dan dirapikan agar permukaannya tidak tajam. Setelah itu bambu dipanaskan ke api selama sekitar satu jam dengan sesekali diangkat agar tidak terbakar.
Hal ini selain untuk menjadikan bamboo berubah warna menjadi hitam juga agar bambu lebih kuat jika terendam air cukup lama.
“Supaya tidak cepat busuk dan lukah juga lebih kuat misalnya ada tertangkap ikan dengan ukuran cukup besar,” ungkapnya.
Langkah selanjutnya adalah menjalin bilah bilah bambu dengan cara dirajut menggunakan tali rotan yang biasa sudah dijual dalam bentuk gulungan siap pakai, bagian lain yang kemudian dibuat adalah tempat masuk inya ikan yang sekaligus sebagai perangkap ikan, Jamaliah menyebutnya dengan handut.
Yang juga masih terbuat dari bambu yang kemudian dibentuk menyerupai kerucut, memiliki dua lubang kecil dan besar. Handut dipasang di kedua sisi, dan tahap akhir adalah merapatkan jalinan di bamboo agar lebih kuat.
Terpisah Camat Banjang Rusmadi Juriani mengatakan tim dari Pemerintah Provinsi telah datang ke Desa KArias Dalam untuk memberikan pembinaan P2WKSS.
Salah satunya adalah dengan meningkatkan pembuatan lukah serta membantu dalam pemasarannya. Mengingat hal ini bisa dijadikan sebagai peningkatan ekonomi masyarakat, dengan memberdayakan ibu rumah tangga untuk memiliki penghasilan.
Program ini juga sangat mendukung Dinas Perikanan dalam upaya menghentikan penangkapan ikan dengan cara illegal seperti dengan menyetrum ikan.
“Lukah menjadi solusi bagi para nelayan yang ingin menangkap ikan sungai, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/jamaliah-warga-desa-karias-menjadi-pembuat-lukah_20180416_181756.jpg)