Ekonomi dan Bisnis

Pembelian BBM Bersubsidi di SPBU Dilarang Gunakan Jerigen

Pertamina melalui Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalimantan Selatan (Kalsel) tegaskan

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/acm
Ketua Hiswana Migas H Saibani 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pertamina melalui Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalimantan Selatan (Kalsel) tegaskan penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi gunakan jerigen di SPBU dilarang.

Dijelaskan Ketua Hiswana Migas Kalsel, H Saibani, usai rapat koordinasi dengan Pertamina Banjarmasin, pihak SPBU tidak diperkenankan layani penjualan BBM bersubsidi termasuk premium dan solar bersubsidi ke pelanggan gunakan jerigen.

"Dengan adanya penertiban terkait hal ini dari pihak Kapolda Kalsel dan jajarannya kami dari Hiswana Migas mendukung, karena teman-teman kami dari pengelola SPBU kesulitan mengendalikan. Contoh kalau ada orang beli dan ternyata dijual lagi diluar tentu itu kami tidak punya kewenangan untuk menindak," kata H Saibani.

Baca: Kabar Facebook Ditutup 24 April, Wanita Ini Ancam Telanjang Keliling Purwodadi

Namun menurutnya, sesuai aturan dari Pertamina, larangan penjualan BBM kepada pembeli yang gunakan jerigen ditujukan khusus untuk BBM bersubsidi.

Sedangkan untuk bahan bakar khusus (BBK) non subsidi tidak ada larangan untuk menjual kepada pembeli walaupun menggunakan jerigen sekalipun.

Baca: Sebelum Diblokir, Ini Cara Registrasi Ulang Kartu Telkomsel

"Tadi sempat cukup jelas disampaikan oleh pihak Pertamina untuk BBK termasuk pertalite, pertamax, pertamina dex dan dexlite diperbolehkan dijual ke pembeli yang gunakan jerigen," kata H Saibani.

Menurutnya, karena masih dalam masa transisi pelarangan penjualan BBM bersubsidi ke pembeli berjerigen, ada pembinaan kepada masyarakat terkait larangan tersebut.

Baca: Masjid Dibakar Belanda, Pemukul Beduk Besar Ini Masih Ada Hingga Sekarang

Dalam kesempatan ini pihaknya juga sampaikan kepada Pertamina untuk pertimbangkan bagaimana konsumen yang butuhkan BBM bersubsidi namun berlokasi jauh dari SPBU.

"Ini tentu kami kembalikan kepada Pemerintah termasuk Pertamina bagaimana menyikapinya," kata H Saibani.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved