Hari Kartini 2018

Hannah Al Rasyid: Kok Religius Hari Kartini ke Baju yang Pakai, Nilainya Malah Sudah Hilang

Dimana pada zamannya, Kartini menjadi salah satu tokoh Jawa yang berhasil menjadi pahlawan Indonesia

Hannah Al Rasyid: Kok Religius Hari Kartini ke Baju yang Pakai, Nilainya Malah Sudah Hilang
warta kota
Hannah Al Rashid 

BANJARMASINPOST.CO.ID - SETIAP 21 April, Indonesia merayakan 'Hari Kartini' sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa pahlawan wanita Raden Ajeng Kartini.

Dimana pada zamannya, Kartini menjadi salah satu tokoh Jawa yang berhasil menjadi pahlawan Indonesia, atas usahanya sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.

Namun, bagi aktris Hannah Al Rashid (32), masyarakat Indonesia merayakan 'Hari Kartini' hanya sebatas seremonial atau perayaan saja, namun esensi dari Hari Kartini itu sudah hilang.

Baca: Kumpulan Ucapan Selamat Hari Kartini 2018 untuk Ibu, Pacar, Adik, Kakak dan Sahabat

Baca: 10 Ucapan Selamat Hari Kartini 2018 dalam Bahasa Inggris yang Cocok untuk FB, Twitter dan Instagram

Baca: Marko Simic Pilih Besiktas dan Tinggalkan Persija Jakarta Jadi Jalan untuk Tembus Timnas Kroasia?

"Kalau buat saya sih merasa banyak orang yang sudah tidak punya konsep Kartini yang benar. Saya dari dulu heran, kenapa merayakan kartini menggunakan kebaya. Kayak lo regius Kartini ke baju yang dia pakai? Esensi Kartini sudah banyak masyarakat umum sudah ilang," kata Hannah Al Rasyid kepada Warta Kota (BANJARMASINPOST.CO.ID, Tribunnews.com Network)

Raden Ajeng Kartini atau RA Kartini adalah sosok pahlawan wanita yang selalu dikenang.
Raden Ajeng Kartini atau RA Kartini adalah sosok pahlawan wanita yang selalu dikenang. (dokumen)

Hal itu ia katakan ketika ditemui disela-sela waktu acara Press Junket 'Jailangkung 2', di Kinosaurus Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (19/4/2018) sore.

"Perayaan Hari Kartini yah dirayakan dengan menggunakan kebaya dan memperingati ibu, padahal kan itu bukan 'values' yang diperjuangkan Kartini pada zamannya," tambahnya.

Wanita kelahiran London, Inggris, 25 Januari 1986 itu mengaku sudah membaca surat yang ditulis oleh Kartini ketika masih berjuang pada zamannya.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved