Seputar Kaltim

Lebih Seratusan WNA Ngamuk di Rumah Penampungan Imigrasi Balikpapan

Awalnya mereka hanya melakukan protes menuntut agar diperbolehkan keluar, dan minta segera dipindahkan ke luar Balikpapan.

Lebih Seratusan WNA Ngamuk di Rumah Penampungan Imigrasi Balikpapan
TRIBUNKALTIM/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Sebanyak 152 pengungsi Rudenim Balikpapan melakukan unjuk rasa. Mereka berteriak dari ruang kamar pengungsi sambil mengangkat kertas bertuliskan protes, Jumat (20/4/2018) malam. 

"Keinginan kami sebenarnya sederhana saja, ingin menuju ke negara yang mau menampung kami karena di Afghanistan sudah tak ada harapan. Di Indonesia kami hanya transit," kata Abdullah, satu seorang penghuni Rumah Detensi asal Afghanistan.

Kebanyakan pengungsi itu menyebut ingin melanjutkan ke Australia, berimigrasi dan menetap di Negeri Kanguru itu.

"Namun, sekarang sudah empat tahun saya di Indonesia," kata Abdullah.

Untuk menguasai keadaan, Polres Balikpapan mengerahkan 180 personel dari berbagai kesatuan polisi dibantu TNI, termasuk Satpol PP dan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Menurut Kapolres AKBP Wiwin, keributan dan amukan tersebut untuk menarik perhatian umum akan kondisi para tahanan tersebut. Aksi perusakan adalah sebagai unjuk rasa.

Dari mediasi pihak terkait, terutama Imigrasi, melibatkan Kapolres dan International Organization for Migration (IOM) Balikpapan, diketahui keinginan para WNA tersebut.

Adapun tuntutan mereka antara lain ingin dibebaskan keluar masuk rumah detensi, artinya juga tidak diperlakukan sebagai tahanan.

Negoisasi, pihak Imigrasi dan IOM. Aspirasi dari mereka akan ditampung.

"Secepatnya akan dipindahkan secara bertahap. Bisa ke Medan, Surabaya atau tempat lain," sambungnya.

Fasilitas Negara

Halaman
1234
Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved