B Focus Banua Anam

Lho, Masih Ada Penginapan di Loksado yang Belum Berizin dan Melaporkan Pajak

Berdasar data di Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata HSS, ada 10 penginapan di kawasan objek wisata Loksado.

Lho, Masih Ada Penginapan di Loksado yang Belum Berizin dan Melaporkan Pajak
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Berdasar data di Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata HSS, ada 10 penginapan di kawasan objek wisata Loksado.

Kadis Pemuda Olahraga dan Pariwisata HSS, M Arlian Syahrial melalui Kabid Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Moh Zakir Maulidi, menuturkan, keberadaan penginapan di kawasan tersebut turut andil dalam peningkatan pengunjung.

"Penginapan di sana mayoritas dikelola oleh warga lokal. Ada juga penginapan milik Pemkab HSS dan Pemprov Kalsel," sebut Zakir Maulidi.

Sementara itu, berdasar data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu HSS, hanya sebagian kecil penginapan di Loksado yang berizin.

Baca: Wisata Loksado Semakin Menyedot Wisatawan, Penginapan Pun Tak Sulit Dicari

Kepala dinas terkait, Hj Elhami Yustika melalui Kabid Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Abdurrahman Arrahimi, menyebut masih ada penginapan di kawasan Loksado yang belum berizin.

"Kami segera menyurati pemilik atau pengelolanya," ucap dia.

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) HSS, HM Noor melalui Kabid Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan, Fajar Abdi, mengatakan, pajak restribusi penginapan atau hotel yang sudah berizin sebesar 10 persen.

Baca: Loh Jessica Iskandar Muncul Lagi di Pesbukers, Tak Jadi Pergi Setahun, Begini Reaksi Ayu Ting Ting

Baca: Grebek Suami Lagi Berduaan, Pelakor Jambak dan Cakar Leher Istri Sah, Begini Kisah Serunya!

"Untuk homestay di Loksado, saat ini belum ada yang melaporkan dan melakukan pembayaran pajak, meskipun sebenarnya mereka wajib bayar pajak," tutur Fajar.

Dia menjelaskan, pajak hotel atau penginapan merupakan pajak yang sifatnya self assessment artinya mereka diberikan kepercayaan oleh pemerintah daerah untuk menghitung, melaporkan dan membayar pajak sendiri.

Namun, karena masih rendahnya kesadaran masyarakat, sehingga hal tersebut belum dilaksanakan.

"Kami akan lakukan pembinaan dan teguran bagi mereka yang belum membayar pajak atau membayar tidak sesuai besaran semestinya," tegas Fajar.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved