Breaking News:

Kampusiana

Keren! Jurnal Ilmiah Mahasiswi FMIPA ULM Masuk Data Base Scopus

Senang menulis membuat Asma Nadia tak suka berdiam diri. Sudah beberapa tulisan yang

Milna Sari
Asma mempresentasikan jurnalnya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Senang menulis membuat Asma Nadia tak suka berdiam diri.

Sudah beberapa tulisan yang ia buat untuk diikutsertakan dalam konferensi internasional.

Bahkan baru-baru ini dirinya menjadi salah satu pembuat jurnal hasil yang terindeks di Scopus.

Bagi kalangan peneliti dan penulis jurnal karya ilmiah terindex di Scopus merupakan impian.

Scopus sendiri merupakan salah satu database (pusat data) sitasi atau literatur ilmiah yang dimiliki oleh penerbit terkemuka dunia, Elsevier.

Baca: Ikuti Kuis Prediksi Real Madrid vs Bayern Munchen Semifinal Liga Champion di Link Ini

Baca: Ingat! Jadwal Siaran Langsung (Live) Liga Champion Malam Ini : Real Madrid vs Bayern Munchen

Prestasi itu ia dapat saat menjadi peserta konferensi internasional, BASIC 2018 yang diadakan Universitas Brawijaya Malang Maret lalu.

Kini jurnalnya terpilih menjadi satu-satunya jurnal asal Kalsel yang terindex Scopus.

Selain dirinya juga ada 122 jurnal lain yang dibuat oleh mahasiswa Indonesia dan mahasiswa luar negeri yang terindex Scopus.

Total jurnal yang masuk sendiri ada 2000.

Mahasiswa FMIPA jurusan Kimia ini mengangkat tema energi di Kalsel.

"Saya pilih terkait energi kemarin," ujarnya saat dihubungi, Selasa (1//5/2018).

Ini bukan yang pertama.

Asma sebelumnya juga sempat menjadi peserta konferensi internasional yang diadakan Fakultas Kehutanan ULM.

Rencananya ujar Asma, dirinya bakal ikut konferensi internasional lain.

Bersaing dengan mahasiswa dari Asia hingga Timur Tengah pun bukan hal baru baginya.

Baca: Dulu Pamer Gepokan Uang dan Zakat Rp 1,3 Miliar, Kini Syekh Puji Berubah 360 Derajat!

Baca: Uang Saku Nagita Slavina dari Raffi Ahmad Sampai 600 Juta Sebulan, Lebih Besar dari Nikita Mirzani

"Nanti-nanti mau ikut lagi juga biar semakin banyak jurnal saya yang terindex di Scopus dan bisa berbagi informasi dengan seluruh peneliti di dunia," tambah gadis kelahiran Makkah ini kepada BPost Online.

Saat ini ujar Asma pembuat jurnal di Kalsel masih minim. Kebanyakan pembuat jurnal dari kalangan dosen dibanding mahasiswa.

" Saya ingin buktikan bahwa mahasiswa juga bisa, jadi tak perlu khawatir jurnal kalian saat ini masih belum diakui di laman internasional," jelas warga Banjarmasin ini. (Banjarmasinpost.co.id/milna sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved