Faisal Basri Kritik Kasus Menteri Rini : Kerap Langgar Aturan, Herannya Kenapa Presiden Kok Gini

Ekonom Faisal Basri mengkritik kinerja Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

Faisal Basri Kritik Kasus Menteri Rini : Kerap Langgar Aturan, Herannya Kenapa Presiden Kok Gini
screenshot/youtube
Rekaman pembicaraan Rini Soewarno dan Sofyan Basir 

Sebelum sampai di situ, tutur Faisal, pimpinan bank tersebut melakukan kajian terlebih dahulu atas kelayakan pabrik yang hendak diambil alih.

Kajian itu lalu digarap oleh satu lembaga penilai independen.

Hasilnya, ada empat persyaratan pengambilalihan yang harus dipenuhi agar tak menimbulkan kerugian pada masa mendatang.

Keempat syarat itu ternyata tak dapat dipenuhi sehingga bank tersebut menolak mengambil alih pabrik itu.

"Akhirnya yang disuruh Bulog—Badan Urusan Logistik," kata Faisal.

Padahal, ujar Faisal, usaha Bulog seharusnya adalah stabilisasi harga.

"Jadi kalau harga gula naik, dia beli dari pabrik, dia jual ke rakyat dengan harga yang di bawah harga pasar. Sekarang Bulog punya pabrik gula. Dia mau operasi pasar, diambil gulanya dulu (dari pabrik milik sendiri itu) dong," ungkapnya.

Karena itu, Faisal menilai bocornya rekaman Rini hanya bagian kecil dari persoalan yang pernah dilakukannya.

"Ini soal kecil. Masih abstrak ini. (Pengambilalihan pabrik) ini yang sudah terjadi. (Saya) tidak heran," ungkap dia.

Faisal pun menuturkan dugaan intervensi Rini ke PT Pertamina.

Halaman
123
Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved