Gulat

Kelasnya Dihapuskan Uni Gulat Dunia, Begini Sikap Atlet Kalsel Peraih Emas di PON Jawa Barat Ini

Usai lari mengitari lapangan selama satu jam, peraih medali emas PON XIX Jawa Barat 2016 ini kembali ikut main

Kelasnya Dihapuskan Uni Gulat Dunia, Begini Sikap Atlet Kalsel Peraih Emas di PON Jawa Barat Ini
banjarmasinpost.co.id/aprianto
Brian Akbar Prahara. (kanan) bersama pelatih dan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Brian Akbar terlihat serius mengikuti materi latihan yang diberikan pelatih Wasaka KONI Kalsel, Ansari dan Hadi Safitri di lapangan sepakbola SKB Banjarmasin, Jumat (4/5/2018).

Usai lari mengitari lapangan selama satu jam, peraih medali emas PON XIX Jawa Barat 2016 ini kembali ikut main sepakbola dengan teman-temannya sesama pegulat Wasaka KONI Kalimantan Selatan.

Pada kejurnas gulat di Bali 2018 ini, pegulat andalan Kalimantan Selatan yang tampil di gulat bebas 72 kg ini harus menentukan dua pilihan menurunkan berat badan atau menaikan berat badan.

Baca: Pasangan Cagub-Cawagub Jawa Barat Ini Temui Habib Rizieq di Makkah, Dapatkan Pesan Ini

Baca: Robby Abbas Ungkap Pengusaha Batu Bara Pesan Wanita Bertarif Mahal untuk Servis Pejabat Daerah

Hal tersebut karena, aturan baru yang dikeluarkan Uni Gulat Dunia nomor spesialis Brian Akbar yakni kelas 72 kg tidak dipertandingkan.

Surat edaran gulat dunia 18 nomor yang dipertandingkan tersebut di antaranya Gaya Bebas Putra di kelas-kelas 57 kg, 65 kg, 74, 86 kg, 97kg dan 125 kg.

Lalu gaya grego Romawi Putra di kelas-kelas 59 kg, 66 kg, 75 kg, 85 kg dan 130 kg.
Khusus putri gaya bebas di kelas-kelas 48 kg, 53 kg, 58 kg, 63 kg, 69 kg dan 75 kg.

Bahkan, karena tidak ada kelas 72 Brian Akbar yang sebelumnya menjadi salah satu pegulat Pelatnas Prima PB PGSI harus pulang.

Baca: Cuplikan Gol Madura United vs Persib Bandung yang Berakhir 2-1, Pekan 7 Liga 1 2018

"Untuk masalah kelas itu nanti tergantung pelatih di kelas mana buat saya yang cocok. Fokus saya bersiap diri dulu menghadapi Kejuaraan Nasional di Bali nanti," kata Brian Akbar.

"Kita nanti akan melakukan seleksi untuk menentukan posisi pegulat kita," kata Hadi Safitri.

Hadi Safitri mengatakan, saat ini ada beberapa pegulat yang doble sehingga butuh seleksi.

"Kita ingin pegulat terbaik di Kejurnas, Pra PON dan PON nanti," kata Hadi Safitri. (BANJARMASINPOST.co.id/burhani yunus)

Penulis: Burhani Yunus
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved