Penyelundupan Pupuk Ilegal

Pemeriksaan Belum Selesai, MV Toyomaru Ditahan Sementara

AKP Ade Papa Rihi, Kasatreskrim Polresta Banjarmasin, mengatakan untuk sementara waktu kapal kargo Toyomaru tidak bisa berlayar.

Pemeriksaan Belum Selesai, MV Toyomaru Ditahan Sementara
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - AKP Ade Papa Rihi, Kasatreskrim Polresta Banjarmasin, mengatakan untuk sementara waktu kapal kargo Toyomaru tidak bisa berlayar.

Pasalnya, pihaknya bersama Syahbandar Banjarmasin kini masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait dokumen maupun kandungan ribuan ton pupuk asal Cina.

"Jadi, sementara berdasar informasi yang diperoleh dari manifest kapal, pupuk-pupuk tersebut mengandung magnesium dan merupakan pupuk sawit. Tapi untuk lebih lanjut, pihak Syahbandar masih melakukan pengecekan terhadap dokumen kapal dan pupuk-pupuk tersebut. Apakah ini ilegal atau tidak, nanti akan kita kabari lagi untuk perkembangan lebih lanjut," jelas Ade kepada BPost, Jumat (4/5) sore

Baca: DJ Butterfly Makan Bakso di Warung Sederhana, Netizen Heboh ada Penampakan Diduga Syahrini Lewat

Terpisah, Jamal, kordinator lapangan PBM (Perusahaan Bongkar Muat), tidak menyangka kapal kargo Toyomaru yang akan bongkar muat dan dikerjakan pekerjanya itu bermasalah.

Padahal, menurut dia, kapal kargo Toyo Maru yang memuat ribuan ton pupuk tersebut sudah mengantongi dokumen lengkap, baik dari Syahbandar maupun Bea Cukai.

"Karenanya kami pun tidak berani bila kapal itu berlabuh di pelabuhan Trisakti Banjarmasin, tanpa memiliki dokumen lengkap," ungkapnya.

Baca: Beredar, Foto Mirip Anies Baswedan Tidur di Kabin Pesawat Penerbangan First Class

Baca: Ngaku Go Internasiaonal, Harga Baju Lucinta Luna Bikin Heboh! Baju Murah, Sombongnya Parah

Selain itu, sebut dia, sebenarnya pengiriman pupuk-pupuk sudah pernah dilakukan beberapa kali ke Banjarmasin untuk dikirim ke Kalimantan Tengah.

Sejauh ini, kata dia, tidak ada kendala seperti yang terjadi pada Jumat sore.

"Kami akui, pengiriman sebelumnya biasanya menggunakan kontainer. Sedangkan kali ini pengiriman karena partai atau skala besar sehingga harus menggunakan kapal,” aku Jamal.

Meski begitu, lanjut dia, tidak masalah jika memang harus dilakukan pemeriksaan guna membuktikan dugaan-dugaan. Meskipun sebetulnya, pihaknya bekerja terpaksa terbuang waktu.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved