Penyelundupan Pupuk Ilegal

Ribuan Ton Pupuk Itu Tanpa Merek dan Label Komposisi Kandungan Berbahasa Indonesia

Budi Hanafi, Kepala Seksi Pestisida Kementrian Pertanian Pusat, Jumat petang datang langsung ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin

Ribuan Ton Pupuk Itu Tanpa Merek dan Label Komposisi Kandungan Berbahasa Indonesia
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Budi Hanafi, Kepala Seksi Pestisida Kementrian Pertanian Pusat, Jumat petang datang langsung ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, memastikan ribuan ton pupuk asal China tanpa merek itu ilegal.

“Pupuk tersebut tidak ada label komposisi kandungan atau tertera menggunakan bahasa Indonesia,” jelas Budi didampingi Damrem 101 Antasari Kolonel Inf Yudhianto Putrajaya.

Padahal, sebut dia, pupuk yang masuk atau diperdagangkan di Indonesia, terlebih dahulu harus melewati serangkaian uji mutu dan efektivitasnya oleh lembaga yang ditunjuk oleh Kementrian Pertanian.

Baca: Tercium Aparat, Ribuan Ton Pupuk Ilegal Gagal Terkirim ke Pulangpisau, Diduga Berasal dari Sini

Hal itu, lanjut dia, berdasar UU No 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman pasal 37 tentang ketahanan pangan, pupuk yang beredar di Indonesia harus lebih dulu terdaftar di Kementrian Pertanian.

“Sementara pupuk itu kenyataan tidak ada," katanya.

Ditegaskan dia, dengan temuan pupuk illegal tersebut kemungkinan yang akan terjerat hukum tidak hanya pemesan saja, melainkan juga yang mengangkutnya.

Baca: Ngaku Go Internasiaonal, Harga Baju Lucinta Luna Bikin Heboh! Baju Murah, Sombongnya Parah

Baca: Beredar, Foto Mirip Anies Baswedan Tidur di Kabin Pesawat Penerbangan First Class

Terkait barang bukti, pihaknya akan membawa sebagian pupuk ke laboratorium guna melakukan pengujian dan mengetahui kandungannya.

Sebetulnya, Budi berujar, ada banyak pupuk impor, dan sudah melewati prosedur.

Sementara pupuk asal Cina yang diamankan di Pelabuhan Trisakti itu jelas-jelas melanggar peraturan.

“Pupuk illegal dari Cina itu akan disita dan dimusnahkan karena tidak sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved