Penyelundupan Pupuk Ilegal

Siapa Sebenarnya Pemilik Pupuk Ilegal?

Jamal, kordinator lapangan PBM (Perusahaan Bongkar Muat), yang coba dihubungi mengaku hanya pelaksana di lapangan.

Siapa Sebenarnya Pemilik Pupuk Ilegal?
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jamal, kordinator lapangan PBM (Perusahaan Bongkar Muat), yang coba dihubungi mengaku hanya pelaksana di lapangan.

Dia menjelaskan bahwa bukan dirinya sebagai pemilik pupuk tersebut.

"Kami hanya petugas di lapangan," ucapnya.

Berdasarkan manifest atau dokumen pengiriman barang, pupuk-pupuk tersebut rencananya akan dikirim ke PT Graha Inti Jaya atau kawasan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Baca: DJ Butterfly Makan Bakso di Warung Sederhana, Netizen Heboh ada Penampakan Diduga Syahrini Lewat

Terpisah, Firman, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Banjarmasin, mengaku belum bisa memberikan keterangan banyak sebab masih dilakukan pemeriksanaan.

"Sementara masih dicek anggota di lapangan,” ujarnya.

Danrem 101 Antasari, Kolonel Inf Yudhianto Putrajaya berterimakasih kepada masyarakat yang melaporkan kedatangan kapal pengangkut pupuk-pupuk asal Cina tersebut.

Baca: Ngaku Go Internasiaonal, Harga Baju Lucinta Luna Bikin Heboh! Baju Murah, Sombongnya Parah

Menurut dia, dengan beredarnya pupuk-pupuk tersebut di Kalsel tidak menutup kemungkinan akan menggagalkan swasembada pangan dan berdampak merugikan petani.

"Karena kita dan petani tidak tahu apakah pupuk-pupuk ini cocok dan bagus dengan kondisi tanah serta tanaman di daerah ini,” ujarnya.

Terlebih, lanjut dia, dinyatakan pupuk-pupuk tersebut illegal atau tidak terdaftar di Kementerian Pertanian.

Baca: Beredar, Foto Mirip Anies Baswedan Tidur di Kabin Pesawat Penerbangan First Class

Tidakan yang dilakukan pihaknya tidak asal-asalan melakukan pengecekan terhadap kapal tersebut.

"Ini terkait kepentingan masyarakat. Kita tidak mau petani dan masyarakat Indonesia menderita kerugian dengan beredarnya pupuk-pupuk ilegal ini. Saya sudah perintahkan kepada anggota agar mengordinasikan masalah ini dengan pihak kepolisian," pungkas Danrem 101 Ant.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved