Berita Banjarmasin

Bea dan Cukai Nyatakan 6.500 Ton Pupuk Asal China Clean and Clear, Kementan Sebut Ilegal

Kepala Subsi Intel Beacukai Banjarmasin menyebut prosedur pengiriman barang sudah dilalui dan statusnya clear dan clean.

Bea dan Cukai Nyatakan 6.500 Ton Pupuk Asal China Clean and Clear, Kementan Sebut Ilegal
banjarmasinpost.co.id/huda
6.500 ton pupuk diduga ilegal dari China 

BANJARMASINPOST.CO.ID-BANJARMASIN - Sebanyak 6.500 ton pupuk diduga non-Standar Nasional Indonesia (SNI) dari Cina, masih dalam penyelidikan kepolisian.

Menurut Direktur Pupuk dan Pestisida, Kementerian Pertanian (Kementan), Muhrizal Syarwani ,  pupuk itu bisa dikatakan ilegal. "Sebabnya, tidak terdaftar di kementerian. Ada dugaan melawan hukum atau kesalahan, jika berdasarkan Undang Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman," ujarnya di Banjarmasin, Selasa (7/5/2018).

Sementara itu, Kepala Subsi Intel Beacukai Banjarmasin, Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa terkait prosedur pengiriman barang sudah dilalui dan statusnya clear dan clean. "Kalau di beacukai setelah diperiksa, semua dokumen lengkap dan tidak ada masalah," kata Eko Prasetyo.

Masih menurut dia, seandainya jika ada persyaratan lain semisal yang diutarakan oleh Kementerian Pertanian, maka akan ada muncul check list yang harus dipersyaratkan di Indonesia National Single Window,
(INSW) dan aplikasi pelayanan beacukai (CEISA).

Baca: Perempuan Penghibur Berpenampilan Syur Ini Kenakan Seragam SD di THM, “Rusak Citra Pendidikan”

Baca: Yusril: Pemerintah Sangat Dipermalukan Jika Keputusan Pembubaran HTI Dibatalkan Pengadilan

Baca: SBMPTN Perebutkan 135.013 Kursi, Bikin Ngakak Cuitan Lucu SBMPTN 2018

Dua aplikasi tersebut adalah aplikasi perizinan satu atap khusus ekspor impor.

"Sudah ada tiga dokumen untuk pengurusan impornya. Ketiga dokumen tersebut mendapatkan jalur hijau dan mendapat nomor pendaftaran Pemberitahuan Impor Barang (PIB) dengan nomor 000199,000200 dan 000201 tanggal 04 Mei 2018," urai Eko Prasetyo.

Berdasarkan data pada PIB, terdapat 2 HS code yang digunakan, yaitu pertama HS code 2833.21.00 untuk jenis barang magnesium sulfat mono (PIB nomor 000200), yang mana berdasarkan aplikasi INSW, HS code tersebut merupakan barang lartas kategori post border yang dipersyaratkan harus memiliki Surat keterangan impor dari BPOM, dan importir telah memenuhinya dengan dikeluarkannya Surat Keterangan Komoditi Non Obat dan Makanan nomor PO.03.04.1025.1.000001.N

Baca: Lagi, Sikap Donald Trump Mengejutkan! Tak Akan Hadiri Pembukaan Kedubes AS di Yerusalem

Kedua, dari HS Code 3105.51.00 untuk jenis barang NP Fertilizer (PIB nomor 000199 dan 000201),yang mana berdasarkan aplikasi INSW, HS code tersebut bukan kategori barang lartas yang memerlukan perizinan dari instansi terkait.

"Ketiga PIB tersebut juga telah mendapat Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) dengan nomor SPPB : 000207, 000208 dan 000209 tanggal 04 Mei 2018," kata dia.

"Jadi kesimpulannya, untuk pupuk yang putih tidak ada atau bukan kategori barang lartas yang memerlukan perizinan dari instansi terkait," kata dia.

Sebagai informasi tambahan PT. Graha Inti Jaya yang beralamat di Desa Pulau Keladan, Mentangai Kab. Kapuas Kalteng, sebelum importasinya telah memiiliki hak akses kepabeanan (NIK) dengan nomor surat pemberitahuan pemberian akses kepabeanan nomor S-009076/BC.02/BC-RK.03/2017 tanggal 20 juli 2017.

"Juga ada Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) nomor 090203621-B tanggal 21 April 2017," urai dia. (Banjarmasinpost.co.id/huda).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved