Selebrita

Kisah Pilu yang Dibawa Aktor Fauzi Baadilla dari Suriah: Setiap Saat Ada Rudal

Kisah pilu dibawa Fauzi Baadilla. Dia baru saja pulang dari area konflik peperangan di Suriah selama seminggu.

Kisah Pilu yang Dibawa Aktor Fauzi Baadilla dari Suriah: Setiap Saat Ada Rudal
Nares/Grid.ID
Fauzi Baadilla saat ditemui Grid.ID di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa (8/5/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kisah pilu dibawa Fauzi Baadilla. Dia baru saja pulang dari area konflik peperangan di Suriah selama seminggu.

Aktor pemeran 'Mengejar Matahari' tersebut menceritakan pengalamannya selama di Suriah bersama sebuah lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

"Iya kemarin sempet ke Suriah ke perbatasan, bersama ACT bisa liat langsung korban-korban para pengungsi perang," ungkap Fauzi Baadilla saat ditemui Grid.ID di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa (8/5/2018).

Melihat kondisi para pengungsi di Suriah, Fauzi Baadilla mengaku hatinya hancur.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live TV) Liga Spanyol Tengah Pekan Ini - Misi Barcelona dan Real Madrid

"Hati saya hancur, kehilangan rumah kehilangan anggota keluarga, kehilangan pekerjaan, kehilangan masa depan, kehilangan semuanya dalam satu waktu yang sama gitu," ceritanya.

Apalagi melihat tempat tinggal yang memprihatinkan ditengah serangan-serangan tak terduga yang sewaktu-waktu bisa melukai bahkan mengambil nyawa para pengungsi.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live TV) Liga Inggris Tengah Pekan Ini - Demi Tiket Liga Champions

"Tinggal cuma di bawah terpal nggak ada makanan nggak ada minuman, dan setiap saat ada rudal, ada suara senapan mesin gitu," ucap aktor yang akrab disapa Oji ini.

Selama di Suriah, Fauzi Baadilla mengunjungi panti-panti tempat korban serangan ditampung.

"Di sana mengunjungi panti-panti, ada orang yang kakinya kena bom, ada lagi anak kecil yang kena bom gas. Ngunjungin tempat penampungan yang ngga diterima di mana-mana," jelasnya.

Baca: Jadwal Juventus vs AC Milan di Final Coppa Italia - Ini Skuat Kedua Tim

Melihat serangan bertubi-tubi yang menghantam Suriah, ia pun terenyuh.

"Gimana nggak terenyuh ngeliat manusia sengsara. Di saat saya pikir udah aman, ternyata masih ada suara tembakan. Saat saya pergi dari kota itu, di kota tetangganya, Idlib atau Aleppo kena bom lagi. Ada beberapa belas yang meninggal," ucapnya.

Namun, hal itu tidak menciutkan keberaniannya untuk tetap tinggal dan membantu para korban dan pengungsi.

"Ya untuk kemanusiaan, kalau kita diem bisa jadi orang lain mati. Kalau ada sesuatu kita cuma diem, oiya kasian, oiya kasian, akhirnya yang di sana mati."

"Maksudnya ya kita ini sebagai masyarakat, mengingat masyarakat lainnya kalau ada satu bencana ada kejadian yang makan banyak korban kita harus peduli. Harapan mereka ada di kepedulian kita," terang Fauzi Badilla.(*)

Editor: Murhan
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved