PTUN Tolak Gugatan HTI

Pemuda Ini Menangis Sedih Setelah Putusan PTUN Tolak Gugatan HTI, “Saya Tidak Terima HTI Dibubarkan”

Air mata Rasyid terus mengalir ketika menceritakan dirinya sengaja datang ke Jakarta untuk berdoa agar hakim dapat mengabulkan permohonan HTI.

Pemuda Ini Menangis Sedih Setelah Putusan PTUN Tolak Gugatan HTI, “Saya Tidak Terima HTI Dibubarkan”
(KOMPAS.com/Ihsanuddin)
Massa pendukung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan sujud syukur meski kalah di pengadilan Tata Usaha Negara, Senin (7/5/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Rasyid, pemuda berusia 32 tahun asal Cirebon, Jawa Barat menangis dan meneteskan air mata setelah majelis hakim PTUN Jakarta memutuskan menolak gugatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dibubarkan oleh pemerintah.

Air mata Rasyid terus mengalir ketika menceritakan dirinya sengaja datang ke Jakarta untuk berdoa agar hakim dapat mengabulkan permohonan HTI.

Rasyid merasa tidak ada yang bertentangan dari ajaran Hizbut Tahrir dengan Islam dan Indonesia.

"Saya tidak terima organisasi ini harus dibubarkan. HTI mengajarkan saya banyak hal," kata Rasyid terisak di depan kantor PTUN Jakarta, Senin (7/5/2018).

Baca: Yusril: Pemerintah Sangat Dipermalukan Jika Keputusan Pembubaran HTI Dibatalkan Pengadilan

Baca: Akui Tidak Takut Tantangan Berdebat, Begini Jawaban Menohok Sri Mulyani

Dia mengaku mengenal HTI selama 7 tahun dari saudaranya yang terlebih dahulu ikut dalam pengajian. Selama itu juga, dia merasa keislamannya diperkuat dalam pengajian yang diselenggarakan organisasi.

Masih memeluk sajadahnya dengan baju koko berwarna putih, Rasyid menjelaskan, tidak ada yang salah dalam ajaran Khilafah Islamiyyah yang dipercayai olehnya. Umat Islam di dunia harus memiliki satu orang yang dapat dipercaya untuk menjadi pemimpin baik agama maupun politik.Dengan begitu, maka akan tercipta ketenteraman dan kedamaian di dunia.

"Umat Islam membutuhkan seorang pemimpin yang dapat dipercaya seperti Rasul. Dimana yang salah?" ucapnya.

Mengenai adanya larangan, pendirian organisasi Hizbut Tahrir di beberapa negara, Rasyid tidak memungkiri hal itu. Namun, dia meyakini pembubaran Hizbut Tahrir di beberapa negara tidak lain, karena gejolak politik di negara tersebut.

Baca: Yusril: Pemerintah Sangat Dipermalukan Jika Keputusan Pembubaran HTI Dibatalkan Pengadilan

Sementara di Indonesia, baru setahun belakangan ini disalahkan. Pada tahun-tahun sebelumnya, ajaran HTI tidak pernah dipermasalahkan. Dirinya takut, pemerintah hanya ikut-ikutan negara lain yang sudah terlebih dahulu membubarkan Hizbut Tahrir.

"Padahal saya yakin, pemerintah mengerti bahwa kami sama sekali tidak berbahaya. Putusan hakim sangat tidak adil bagi kami," tukasnya.

Halaman
123
Editor: Royan Naimi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved