Berita Banjarmasin

Ambapers dan Pelindo Bakal Memperdalam Sungai Barito, Lalu Dananya?

"Minimal minus delapan dengan lebar menjadi 150 meter. Begitu pula dengan panjangnya yang saat ini masih 15 kilometer"

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Didik Triomarsidi
Istimewa
Prosesi serah terima jabatan Direktur PT Ambapers di Hotel Mercure Banjarmasin, Rabu (9/5/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tingkatkan potensi sektor pariwisata dan peluang perbesar pendapatan asli daerah (PAD), PT Ambang Barito Nusa Persada (Ambapers) berniat kembangkan alur Sungai Barito.

Dijelaskan Direktur Utama PT Ambapers, Syaiful Adhar, berkoordinasi dengan PT Pelindo III Cabang Banjarmasin, pengembangan yang direncankan yaitu berupa memperdalam alur Sungai Barito.

"Minimal minus delapan dengan lebar menjadi 150 meter. Begitu pula dengan panjangnya yang saat ini masih 15 kilometer,” kata Syaiful.

Hak ini disampaikannya saat menghadiri Serah Terima Jabatan Direktur PT Ambapers dari Nugroho Dwi Priyohadi kepada Didid Handoko di Hotel Mercure, Banjarmasin, Rabu (9/5/2018)

Dengan keadaan saat ini, alur Sungai Barito sepanjang 15 kilometer dengan lebar 100 meter dan kedalaman minus enam dinilai masih miliki peluang besar untuk dikembangkan.

Pada kondisi saat ini masih cukup banyak kapal-kapal berukuran besar tidak bisa langsung masuk ke Sungai Barito khususnya jenis vessel besar pengangkut batu bara yang masih harus lakukan kegiatan bongkar muat di luar alur Sungai Barito.

Soal dana, walaupun tentunya membutuhkan biaya besar namun Syaiful berencana alokasikan dana fee kapal melintas yang diterima PT Ambapers sebagai pengelola alur Sungai Barito sebagai modal pengembangan melalui pendalaman ini.

Namun menurut Syaiful, dari besaran kutipan fee yang saat ini diberlakukan masih akan sulit untuk segera lakukan pendalaman alur.

Karena itu, ia berharap peraturan daerah terkait alur ini bisa segera direvisi di tahun ini juga agar objek pungutan baru dalam usulan revisi tersebut bisa diterapkan.

“Pungutan baru itu, diproyeksikan bisa menghasilkan Rp 20 hingga Rp 23 Miliar per tahun,” ujar Syaiful.

Lewat pengembangan alur nantinya, menurut Syaiful, maka akan berdampak kepada PAD yang disumbang PT Ambapers.

Selama ini, sumbangan PAD dari PT Ambapers sekitar Rp 24 Miliar.

“Ke depan, dengan pengembangan ini, kami optimis sumbangan PAD nantinya bisa dua kali lipat dari sekarang,” kata Syaiful.

Terkait potensi yang ada di alur Sungai Barito, CEO PT Pelindo III Regional Kalimantan yang merangkap sebagai General Manager PT Pelindo III Cabang Banjarmasin, Recky Julius Uruiral yang turut hadir pada acara pelantikan tersebut pun mengaku setuju.

Sebelumnya, dari hasil pertemuan Recky dengan para perwakilan kapal, menurutnya sudah ada pihak perwakilan dari kapal pesiar wisata yang menanyakan kondisi dan spesifikasi alur Sungai Barito untuk sesuaikan dengan syarat minimal sandar kapal-kapal pesiar.

“Ini sebuah kesempatan untuk Provinsi Kalsel, khususnya Kota Banjarmasin mengembangkan kepariwisataan yang bisa memberikan pemasukan bagi daerah, apalagi kalau kapal pesiar bisa singgah di tempat kita,” kata Recky. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved