Breaking News:

Rusuh di Rutan Brimob

99 Persen Napi Teroris Sudah Menyerahkan Diri, Wakapolri: Tanpa Ada Korban Jiwa!

"Seluruh tahanan teroris sudah menyerahkan diri, sebagaian besar, saya bisa katakan 99 persen, bisa tanpa ada korban"

Editor: Didik Triomarsidi
warta kota
Wakapolri Komjen Syafruddin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan, sebagian besar dari 156 napi teroris yang melakukan penyanderaan di Rutan Cabang Salemba Mako Brimob telah menyerahkan diri.

"Seluruh tahanan teroris sudah menyerahkan diri, sebagaian besar, saya bisa katakan 99 persen, bisa tanpa ada korban," kata Syafruddin di Mako Brimob, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018).

 "Titik operasi sudah berakhir pada pukul 07.15 tadi. Ini pertemuan pertama saya kepada masyarakat," kata  Wakapolri.

Syafruddin mengatakan, proses penanggulangan masih terus dilakukan. Ia meminta awak media untuk menunggu proses ini hingga satu jam ke depan.

Baca: BREAKING NEWS - Mencekam! 5 Kali Suara Ledakan Terdengar dari Dalam Mako Brimob, Warga Kaget

"Satu jam kemudian saya konferensi pers lagi menyampaikan apakah seluruhnya (tahanan terori menyerah) atau masih ada yang tersisa," katanya.

Baca: Wartawan Lari Berlindung Setelah Suara Ledakan dan Baku Tembak, Polisi Kokang Senjatanya

Polri menyatakan telah menghentikan operasi penanggulangan penyanderaan pada Kamis ini pukul 07.15 sejak Selasa (8/5/2018).

Baca: Setelah Ledakan 5 Kali, Terdengar Lagi Suara Baku Tembak dari Dalam Mako Brimob

Sebelumnya, sandera terakhir yaitu Bripka Iwan Sarjana telah dibebaskan dalam terluka sekitar pukul 12.00. Ia kemudian langsung dibawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Insiden di Markas Korps Brimob Kelapa Dua berawal dari keributan antara tahanan dan petugas kepolisian. Keributan tersebut bermula dari penolakan pihak keluarga narapidana terorisme saat polisi hendak memeriksa makanan yang dibawa.

Baca: Sadis! 5 Polisi yang Gugur di Mako Brimob Akibat Ditikam di Leher, Ditembak dan Ditusuk-tusuk

Ketika itu, pihak keluarga bermaksud menjenguk salah satu narapidana terorisme.

Akibat insiden tersebut, lima polisi gugur dan satu narapidana tewas. Satu narapidana terorisme itu ditembak karena melawan dan merebut senjata petugas.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved