Menguak Legenda Dayak Maanyan Warukin

Hukum dan Sanksi Adat Masih Diberlakukan Hingga Sekarang di Tempat Ini

Tak heran hingga saat ini disamping hukum positif yang berlaku di negara kita, di desa ini aturan dan sanksi

Hukum dan Sanksi Adat Masih Diberlakukan Hingga Sekarang di Tempat Ini
dony usman
Manumbak hadangan yang jadi bagian aruh Adat Buntang Ta'un Hajad 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Dengan asal muasal leluhur dari suku Dayak Ma'anyan, membuat mayoritas penduduk di Desa Warukin, Kabupaten Tabalong adalah suku Dayak Ma'anyan.

Tak heran hingga saat ini disamping hukum positif yang berlaku di negara kita, di desa ini aturan dan sanksi berdasarkan hukum adat juga masih diterapkan.

Hukum adat bisa terjaga dengan adanya Lembaga Adat Dayak Ma'anyan Warukin yang kiblat adatnya Banua Lima atau mencakup wilayah Kalteng.

Baca: Konon Ditemukannya Lokasi Warukin dari Tancapan Sumpit Pengembara Sakti Nan Gagah

"Kitab hukum adatnya pakai hukum adat Banua Lima Tamiyang Layang Kalteng," kata Kades Warukin, Dedy Unjang.

Dengam keberadaan lembaga adat dan kitab hukum adat itulah diatur apa saja yang dilarang beserta sanksi yang bisa diberikan.

Baca: Parang dan Sumpit Peninggalan Leluhur yang Tersimpan, Hanya Dibuka Ketika Aruh Besar

Disampaikan Dedy, salah satu perbuatan yang terlarang adalah melakukan perbuatan asusila.

Apabila terbukti melakukan perbuatan asusila sanksinya akan dikenakan pembayaran denda adat.

"Denda adat bisa berupa babi satu ekor, ayam dan beras serta sejumlah uang yang sudah ditentukan dalam kitab adat," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved