Menguak Legenda Dayak Maanyan Warukin

Konon Ditemukannya Lokasi Warukin dari Tancapan Sumpit Pengembara Sakti Nan Gagah

Ada cerita menarik yang sampai sekarang masih diingat warga Desa Warukin terkait asal usul adanya desa yang mayoritasnya

Konon Ditemukannya Lokasi Warukin dari Tancapan Sumpit Pengembara Sakti Nan Gagah
dony usman
Salah satu ritual adat suku Dayak Ma'anyan Desa Warukin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG- Desa Warukin merupakan satu dari 121 desa yang saat ini dimiliki Kabupaten Tabalong, tepatnya berada di wilayah kecamatan Tanta.

Ada cerita menarik yang sampai sekarang masih diingat warga Desa Warukin terkait asal usul adanya desa yang mayoritasnya dari suku Dayak Ma'anyan ini.

Kepala Desa (Kades) Warukin, Dedy Unjang yang diwawancarai banjarmasinpost.co.id, membenarkan ada cerita di balik asal usul Desa Warukin.

Baca: Sadis! 5 Polisi yang Gugur di Mako Brimob Akibat Ditikam di Leher, Ditembak dan Ditusuk-tusuk

Menurutnya dari legenda yang didengar turun temurun asal usul Desa Warukin ada dari hasil pengembaraan pemuda gagah dan sakti bernama Nawuraha.

Baca: Ibunda Raffi Ahmad Sebut Syahnaz Sadiqah Masih Manja karena Status Ini di Rumah Tangga

Kepala Desa Warukin Dedy Unjang.
Kepala Desa Warukin Dedy Unjang. (dony usman)

Pemuda dari suku Dayak Ma'anyan ini masuk ke hutan dengan hanya membawa sumpit, parang dan lanjung berisi makanan.

Karena berjalan di hutan tanpa tujuan maka akhirnya dia memutuskan untuk mencari arah dengan cara mengikuti arah sumpit.

Dengan mencari dataran tinggi lalu sumpit ditembakkan menggunakan kesaktiannya sehingga bisa menerobos pepohonan.

Sumpit baru bisa menancap di sebuah pohon cukup besar yang disebut dengan pohon pusi.

Bekas yang dilalui sumpit itulah kemudian dijalani pemuda itu sehingga bisa mencapai pohon pusi tempat sumpit tertancap.

Saat sampai di lokasi itulah dirinya menemukan banyak beruk atau dalam bahasa ma'anyan disebut weruk dan di daerah itulah yang menjadi tempat tinggalnya.

"Lalu lokasi itulah yang akhirnya menjadi Desa Warukin ini, karena ucapab bahasa banjar tak bisa menyebut werukin, maka sampai sekarang menjadi warukin," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved