Berita Internasional

Mahathir Mohamad Jadi Perdana Menteri di Usia 92 Tahun, Pernah Jabat di Petronas Hingga Jualan Roti

MANTAN Perdana Menteri Malaysia sekaligus pemimpin oposisi Mahathir Mohamad terpilih sebagai Perdana Menteri Malaysia.

Mahathir Mohamad Jadi Perdana Menteri di Usia 92 Tahun, Pernah Jabat di Petronas Hingga Jualan Roti
net
Mahathir Mohamad 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Mantan Perdana Menteri Malaysia sekaligus pemimpin oposisi Mahathir Mohamad terpilih sebagai Perdana Menteri Malaysia.

Mahathir Mohamad mencetak kemenangan bersejarah dalam pemilihan umum yang digelar pada Rabu (9/5/2018).

Dilansir dari BBC, komisi pemilihan umum menyatakan, koalisi oposisi yang dipimpin Mahathir Mohamad telah memenangkan 115 kursi, atau di atas lebih dari cukup untuk memenangkan pemilu.

Calon perdana menteri Malaysia harus mengamankan minimal 112 kursi dari 222 kursi Parlemen.

Mahathir Mohamad jadi perdana menteri tertua di usianya 92 tahun.

Baca: Mahathir Terpilih Usai Video Najib Tersebar Tak Ada Negara yang Pilih Pemimpin Usia 93 Tahun

Dilansir wikipedia, Tun Datuk Seri Dr. Mahathir bin Mohammad lahir di Alor Star, Kedah, Malaysia, 10 Juli1925 (92 tahun).

Memiliki julukan Dr. M, adalah seorang politikus Malaysia. Ia adalah Perdana Menteri Malaysia keempat, menjabat dari dari 16 Juli 1981 hingga 31 Oktober 2003.

Di bawah kepemimpinannya Malaysia mengalami modernisasi yang pesat dan menikmati kemakmuran di segala lapisan masyarakat.

Mahathir Mohamad dilahirkan di Lorong Kilang Ais, Seberang Perak, Alor Setar, Kedah.

Mahathir Mohamad merupakan anak kesembilan dari pasangan Mohamed Iskandar dan Wan Tempawan Wan Hanapi.

Baca: Terungkap, Status Senjata Api yang Dirampas Teroris Perusuh di Mako Brimob

Tun Mahathir bin Mohamad pensiun pada 31 Oktober 2003 dan mengangkat Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi sebagai Wakil Perdana Menteri menggantikannya.

Mahathir Mohamad berhenti sebagai PM Malaysia dan digantikan Abdullah Ahmad Badawi pada 31 Oktober 2003.

Sesudahnya, dia diangkat sebagai penasihat di Petronas serta di perusahaan mobil Malaysia, Proton.

Namun akhir 2013 lalu ia menyatakan mengundurkan diri dari jabatan sebagai penasihat perusahaan migas Malaysia, Petronas.

Sebagaimana diberitakan New Straits Times yang dikutip Reuters, Senin (12/2/2013), Mahathir yang telah berusia 88 tahun mengundurkan diri per 1 Desember 2013.

Sebelumnya, harian The Star memberitakan Mahathir memutuskan untuk turun dari posisi tersebut karena saran dokter.

Baca: LIVE STREAMING Semen Padang vs Persika Karawang Liga 2 Pekan 4 via Streaming TV One

Bulan lalu, Mahathir sempat dirawat di rumah sakit lantaran mengalami infeksi pernafasan. Namun demikian, secara umum kondisi mantan pemimpin Malaysia itu sehat.

Mahathir kerap mengkritik kebijakan pemerintah Malaysia yang dipimpin PM Najib Razak, dan hubungan di antara keduanya merenggang belakangan ini.

Hal tersebut salah satunya disebabkan lantaran putra Mahathir, Mukhriz Mahathir, tak terpilih sebagai salah satu dari tiga wakil presiden UMNO.

Mahathir sejauh ini masih memiliki pengaruh yang cukup besar di UMNO. Dalam wawancara dengan Reuters beberapa waktu lalu, dia mengkritik Najib sesaat sebelum pemilihan umum yang dihelat Mei lalu.

Dilansir kompas.com, Mahathir Mohamad saat itu menuturkan akan tetap berada di UMNO karena penggantinya kurang layak.

Baca: Ribuan Orang Jejali Siring Laut untuk Kongres Rakyat Tolak Tambang

Pekerjaan lain Mahathir Mohamad adalah membuka toko roti bernama The Loaf diLangkawi, Malaysia.

The Loaf merupakan usaha patungan dengan perusahaan Jepang. Ia memegang 51 persen saham atas nama M&M Concolidated Resources Sdn Bhd.

Toko rotinya berencana membuka cabang di Kuala Lumpur, Phuket, dan Singapura. Sebelum terjun ke politik, ia telah menjalankan usaha klinik kesehatan dan pompa bensin.

Mahathir Mohamad mengumumkan pengunduran diri dari UMNO pada 19 Mei 2008 untuk menekan Badawi agar ia mundur dari jabatannya.

(banjarmasinpost.co.id/restudia)

Penulis: Restudia
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved