Berita Kalteng

Pungutan PAD Pengelolaan Hutan Kalteng Terkendala Perda Ini

Ini karena masih banyak kendala yang dihadapi oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng

Pungutan PAD Pengelolaan Hutan Kalteng Terkendala Perda Ini
faturahman
Petugas KPHP Kalteng diberikan sarana berupa sepeda motor untuk operasional di lapangan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Upaya pemerintah Kalimantan Tengah dalam memungut pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pengelolaan hutan yang dilakukan oleh petugas kesatuan pengelolaan hutan produksi (KPHP), hingga,Sabtu (12/5/2018) ,belum bisa dilakukan.

Ini karena masih banyak kendala yang dihadapi oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, yang salah satunya karena Kalteng belum memiliki Peraturan daerah Jasa Usaha yang menjadi dasar pungutan tersebut.

Baca: LIVE STREAMING Sriwijaya FC vs Bhayangkara FC Pekan 8 Liga 1 Link Live Streaming Indosiar Vidio.com

Padahal menurut sejumlah petugas KPHP di Kalteng, sangat banyak potensi pungutan untuk menambah PAD jika dasar peraturan daerah untuk memungut tersebut sudah ada dan bisa dipakai untuk menambah pendapatan asli daerah.

Baca: Belum Bayar Utang Puasa Ramadhan? Ini Cara Membayarnya Menurut Ustad Abdul Somad

Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah, Sri Suwanto, Sabtu (12/5/2018) mengatakan, pihaknya memang belum bisa melakukan pungutan terhadap pengelolaan hutan tersebut, karena belum ada dasar hukum untuk retribusinya.

Baca: Live Indosiar! LIVE STREAMING Sriwijaya FC vs Bhayangkara FC Pekan 8 Liga 1 via Streaming Indosiar

"Ini yang harus kita dorong terus agar dewan bersedia dalam membahas soal raperda jasa usaha untuk pengelolaan sektor kehutanan tersebut, ketika ada Perdanya, maka akan menambah PAD dari sektor pengelolaan hutan," ujarnya.

Beberapa hal yang bisa dimanfaatkan dari pengelolaan hutan tersebut diantaranya, terkait pemanfaatan hutan untuk produksi madu, rotan, maupun tanaman lainnya."Tentu dalam pengelolaanya harus ada dasar hukumnya, salah satunya adalah Perda,"ujarnya. (www.banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved