Bom Meledak di Gereja Surabaya

13 Tewas, 41 Luka, Beberapa Pendeta yang Sedang Bertugas Saat Kejadian Mengalami Trauma

Aksi teror bom di tiga tempat Surabaya itu telah menewaskan 13 orang dan 41 lainnya terluka.

13 Tewas, 41 Luka, Beberapa Pendeta yang Sedang Bertugas Saat Kejadian Mengalami Trauma
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, SURABAYA - Aksi teror bom di tiga tempat Surabaya itu telah menewaskan 13 orang dan 41 lainnya terluka.

Seluruh korban luka, sebut Kombes Frans Barung, Kabid Humas Polda Jawa Timur, sudah dirujuk ke beberapa rumah sakit di Surabaya seperti RSUD Dr Soetomo.

"Kita masih terus melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengindentifikasi para korban," kata dia.

Sementara itu, Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait pengamanan di gereja-gereja di seluruh Indonesia pascaledakan di tiga gereja di Surabaya.
PGI meminta aparat memperketat penjagaan mengingat masih ada ibadah misa Minggu di gereja pada sore hingga malam hari.

Baca: Ucapan Selamat Ramadan 1439 H Dalam Bahasa Inggris dan Artinya

Baca: Kejam, Para Pelaku Gunakan Anak-anak Tak Berdosa Jadi Bom Hidup

Baca: Begini Kehidupan Keluarga Dita, Puji dan Empat Anaknya, Pelaku Bom Bunuh Diri di Surabaya

Gomar Gultom, Sekretaris Umum PGI Pendeta Gomar Gultom di GRHA Oikoumene PGI, Salemba Jakarta Pusat, berujar tidak ada pengurus gereja seperti pendeta menjadi korban luka dan meninggal dalam ledakan bom di tiga gereja di Surabaya pada Minggu pagi.

Jeirry Sumampow, juru bicara PGI mengaku telah berkomunikasi dengan pengurus yang bekerja di dua gereja di bawah naungan PGI yaitu Gereja GKI Diponegoro dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno.

Namun Jeirry mengatakan para pendeta yang saat terjadi ledakan tengah bertugas mengalami trauma, dan kini masih menjalani pemulihan.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved