Bom Meledak di Gereja Surabaya

Kejam, Para Pelaku Gunakan Anak-anak Tak Berdosa Jadi Bom Hidup

Seorang mata ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya, Surabaya mengaku melihat dua orang mencurigakan

Kejam, Para Pelaku Gunakan Anak-anak Tak Berdosa Jadi Bom Hidup
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, SURABAYA - Seorang mata ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya, Surabaya mengaku melihat dua orang mencurigakan berboncengan menggunakan sepeda motor.

Tak lama kemudian terjadi ledakan yang melukai banyak orang.

Desmonda dan Devina merupakan kakak beradik yang menyaksikan dan menjadi korban ledakan itu.

Mereka saat itu ada di kawasan gereja karena hendak mengikuti misa kedua.

"Dua lelaki pakai helm bawa kotak di tengahnya," kata Devina.

Baca: Update Korban Bom Surabaya, Jumlah Korban Jiwa Jadi 14 Orang, Total 56 Korban, Ini Data Lengkapnya

Menurut Devina, dua lelaki berboncengan motor itu masuk ke area parkir motor di sisi gereja.

"Ada dua laki-laki berboncengan bawa kotak hitam, setelah itu ada ledakan," ungkap dia.

Desmonda yang saat itu baru datang, sebut Devina, terkena empat serpihan besi di kaki kanan dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bedah Surabaya.

"Sekarang masih pemulihan, baru saja dioperasi," ucapnya.

Baca: Begini Kehidupan Keluarga Dita, Puji dan Empat Anaknya, Pelaku Bom Bunuh Diri di Surabaya

Selisih sekitar setengah jam, bom meledak lagi di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved