Bom Meledak di Gereja Surabaya

Seolah Mencari Jalan ke Surga Secara Instan

H Nasrullah, Wakil Ketua Tanfidziah PW Nahdlatul Ulama (NU) Kalimantan Selatan mengutuk pelaku perbuatan keji teror bom di tiga gereja

Seolah Mencari Jalan ke Surga Secara Instan
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - H Nasrullah, Wakil Ketua Tanfidziah PW Nahdlatul Ulama (NU) Kalimantan Selatan mengutuk pelaku perbuatan keji teror bom di tiga gereja di Surabaya.

Dia menilai pelaku pengeboman merupakan orang yang gagal dalam memahami ajaran agama, dan seolah untuk mencari jalan ke surga secara instan.

Menurut dia, agama apapun mengajarkan umatnya untuk tetap saling menghormati dengan pemeluk agama lainnya.

Baca: BREAKING NEWS - Giliran Polrestabes Surabaya Dibom Pukul 08.50

“Agama Islam tidak mengajarkan umatnya berbuat keji, apalagi membunuh. Bahkan, yang namanya membunuh tetap berdosa dan harus dipertanggungjawabkan di akhirat nanti,” katanya.

Nasrullah, berharap petugas keamanan terus meningkatkan kewaspadaan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Termasuk menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi semua umat dalam menjalankan ibadah.

Baca: Ucapan Selamat Ramadan 1439 H Dalam Bahasa Inggris dan Artinya

Sementara Willy Sebastian, Ketua DPD Vox Point Indonesia (VPI) Kalsel mengutuk keras aksi teror bom di Surabaya.

"AKSI teror di Surabaya itu kita kutuk dan tidak boleh terjadi lagi. Karena merusak tatanan sosial masyarakat kita, masyarakat Indonesia yg dulu cinta damai dan toleran,” katanya.

Menurut dia, masyarakat harus bantu keamanan untuk mengisolasi gerakan teror, misalnya memberi informasi setiap gerak para teroris kepada polisi, sehingga ruang gerak mereka dipersempit sampai dalam bentuk penindakan.

Baca: Begini Kehidupan Keluarga Dita, Puji dan Empat Anaknya, Pelaku Bom Bunuh Diri di Surabaya

“ Kita semua cinta damai harus bersuara jangan takut. Yang lebih penting adalah buka komunikasi di antara lintas agama dan jaga persatuan bahwa kita itu adalah satu yaitu satu bangsa dan negara yaitu Indonesia yg Pancasilais,” ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved