Bom Meledak di Polrestabes Surabaya

Anton Tewas Saat Menyiapkan Bom Setelah Tahu Dita Tewas dalam Serangan Bom Bunuh Diri

JATI diri pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5), mulai terkuak.

Anton Tewas Saat Menyiapkan Bom Setelah Tahu Dita Tewas dalam Serangan Bom Bunuh Diri
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, SURABAYA - JATI diri pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5), mulai terkuak.

Dita Oeprianto yang mengajak istri dan empat anaknya melakukan pengeboman, bersahabat dengan pengebom lainnya, Anton Febrianto.

Anton bersama sang istri, Puspitasari, dan seorang anaknya, tewas seusai bom yang tengah dirakitnya mendadak meledak, Minggu malam.

Ledakan terjadi di tempat tinggal mereka, Rusunawa Wonocolo, Kecamatan Taman, Sidoarjo.

Baca: Perempuan Ini Kerab Merinding Kala Menghias Pengantin yang Kenakan Pakaian Adat Banjar

"Anton ini teman dekat Dita," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di Polda Jatim, Surabaya, Senin (14/5).

Keduanya pernah berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tulungagung pada 2016 lalu.

Sebelum tewas, sebut kapolri, Anton tengah menyiapkan bom setelah mengetahui Dita (pimpinan Jemaah Ansarut Daulah Surabaya) tewas dalam serangan bom bunuh diri di Gereja Pantekosta, Jl Arjuna, Surabaya.

Baca: Usai Isi Acara Kampanye, Pelawak Gogon Meninggal Dunia di Samping Anaknya

Dita sempat kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (Unarr) Surabaya namun tidak sampai lulus.

Prof Nasih, Rektor Unair, mengungkapkan, Dita sempat menjadi mahasiswa Diploma 3 Program Studi Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi, Unair.

Kata Nasih, Dita drop out (DO) dari program tersebut dan hanya menempuh 47 SKS, indeks prestasi kumulatif (IPK) hanya 1,47.

Baca: Media Asing Soroti Ledakan Bom di Surabaya, New York Times Judulnya Paling Menohok dan Gila

Selain itu, lanjut dia, Dita tidak pernah aktif di kegiatan organisasi mahasiswa, baik di Senat Mahasiswa maupun unit kegiatan mahasiswa, termasuk kelompok kajian di masjid kampus.

"Jadi, sangat tidak relevan jika publik mengkaitkan perilaku teror bom Surabaya dengan institusi Unair," tegasnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved