Aura Alam Sebelah di Penganten Banjar

Perempuan Ini Kerab Merinding Kala Menghias Pengantin yang Kenakan Pakaian Adat Banjar

Kepada Banjarmasinpost.co.id, Hani mengatakan memang kini sudah jarang sekali ada insiden di luar nalar

Perempuan Ini Kerab Merinding Kala Menghias Pengantin yang Kenakan Pakaian Adat Banjar
Istimewa
Patung penganten mengenakan pakaian adat yang ada di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Sebagai perias penganten Banjar, apalagi pekerjaan itu dilakoni sejak puluhan tahun silam, membuat satu perias pengantin di Kota Banjarmasin, Hanisah mengalami banyak hal. Terlebih ketika ia mendandani penganten ala penganten banjar.

Kepada Banjarmasinpost.co.id, Hani mengatakan memang kini sudah jarang sekali ada insiden di luar nalar pada penganten. Hal itu karena pakaian pengantin adat banjar yang sudah modern. Istilah lainnya, telah dimodifikasi atau tidak sesakral dahulu.

Sebagai perias pengantin, apalagi ketika pengantin tersebut menghendaki riasan adat Banjar asli. Dalam artian menggunakan pakaian adat banjar yang kental, tidak sedikit hal aneh yang pernah Hani rasakan.

Baca: Pelaminan & Pakaian Adat Dipercaya Miliki Aura Ganjil, Penganten Ditemani Tamu Kasat Mata

Menurut cerita pemilik salon kecantikan yang ada di Kuin itu, perasaan merinding sering ia alami ketika merias penganten. Ia percaya ketika penganten yang menggunakan adat Banjar asli terlihat cantik sekali, artinya saat itu ada kehadirian ningrat kerajaan Banjar disampingnya.

Baca: Jadwal Imsakiyah Puasa 2018, Ramadhan 1439 H Beberapa Kota Besar di Indonesia

"Terkadang, tangan pengantin perempuan juga dingin dipegang ketika hal magis dari alam sebelah turut ada pada prosesi tersebut. Kemungkinan memang ada yang hadir, " ucap Hani menceritakan pengalaman dan kepercayaan yang ia miliki.

Baca: Besok Selasa 15 Mei Sidang Isbat Penentuan Awal Puasa 2018, Muhammadiyah Sudah Pasti 17 Mei 2018

Selain itu meskipun bukan pakaian yang pernah dipakai oleh ningrat kerajaan Banjar, asalakan desain, motif dan kain sama, menurut Hani tetap ada mistisnya.

Terutama pada pakaian adat Banjar yang dinamakan baju beamar galung pancar matahari yang bebahan beledru dan memiliki air guci yang banyak serta pakaian adat banjar bernama gajah gemuling.

(Banjarmasinpost.co.id/ Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved