Aura Alam Sebelah di Penganten Banjar

Sesajen di Pelaminan Adat Banjar Ini Juga untuk Pasangan Memiliki Kepercayaan Tertentu

Ketika menggunakan pelaminan khas banjar, yakni pelaminan yang beriaskan tirai-tirai penuh motif, khususnya motif lipan

Sesajen di Pelaminan Adat Banjar Ini Juga untuk Pasangan Memiliki Kepercayaan Tertentu
Isti Rohayanti
Pelamianan adat banjar yang kini ada di Rumah Anno Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMSASIN- Ketika sepasang pengantin atau keluarga pengantin memutuskan agar pengantinnya menggunakan pakaian adat, khususnya adat banjar, hal itu juga akan dilengkapi pelaminan khasnya. Dimana pelaminan tersebut, mencerminkan gaya kerajaan banjar dahulu.

Ketika menggunakan pelaminan khas banjar, yakni pelaminan yang beriaskan tirai-tirai penuh motif, khususnya motif lipan. Selain itu ada bantalan dan berwarna khas kerajaan, yakni kuning, hijau atau merah, dipercayai oleh sejumlah orang, hal itu memiliki daya magis.

Sebagaimana yang diutarakan oleh perias penganten di Banjarmasin, Hanisah, ia mengatakan sering mengalami hal gaib. Terlebih ketika ia merias pengantin ala ningrat kerajaan banjar.

Baca: Besok Selasa 15 Mei Sidang Isbat Penentuan Awal Puasa 2018, Muhammadiyah Sudah Pasti 17 Mei 2018

Terlepas dari itu, pelaminan adat banjar pun disampaikannya, kadang memiliki daya magis tersendiri. Karena itulah, bagi mereka yang memiliki kepercayaan tertentu, ketika pelaminan terpasang maka harus ada sesajen atau piduduk yang disediakan.

Baca: Jadwal Puasa 2018 - Hari Ini Sidang Isbat, Muhammadiyah Pasti Kamis 17 Mei Sedang NU Bilang Begini

Hani menerangkan, hal itu sebagai bentuk pembayaran karena telah menggunakan pakaian dan tempat duduk atau pelaminan yang digunakan oleh orang ningrat kerajaan.

"Sesajen itu disediakan ketika pengantin menggunakan pelaminan adat banjar. Bisa diletakan di bawah pelaminan atau dibagian rumah lainnya. Namun kembali lagi, segala sesuatunya tergantung kepercayaan masing-masing," jelas Hani.

Baca: Jadwal Imsakiyah Puasa 2018, Ramadhan 1439 H Beberapa Kota Besar di Indonesia

Hani mengatakan, sesajen yang dipakai di antaranya beras, kelapa dan gula aren yang nantinya akan diberikan kepada tukang rias. Oleh sebagian orang, menurut Hani, dipercaya sesajen itu sebagai penyajian untuk tamu kerajaan dari alam berbeda yang turut menghadiri.

(Banjarmasinpost.co.id/ Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved